Update Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh 125, Positif 129, Meninggal Bertambah 9 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Pasien sembuh yang lebih dominan (lebih banyak) dari tambahan kasus positif baru, kembali menjadi kabar baik pada perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, Rabu (19/5/2021).

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Rabu (19/5/2021), pasien sembuh tercatat sebanyak 125 orang, sedangkan tambahan harian kasus positif berjumlah 112 orang (46.403 WNI dan 152 WNA).

Bacaan Lainnya

Sementara kasus meninggal dunia kembali melonjak sebanyak 9 orang yang tersebar di enam kabupaten/kota di Bali. Rinciannya; Kabupaten Bangli 3 orang, Badung 2 orang, Denpasar, Buleleng, Klungkung dan Gianyar masing-masing 1 orang.

Dengan demikian, secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali sampai Rabu (19/5/2021) berjumlah 46.555 orang (46.403 WNI dan 152 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 44.193 orang (94,93%) dengan rincian( 4.055 WNI dan 138 WNA).

Sementara kasus meninggal dunia, kini menjadi 1.463 Orang (3,14%) dengan rincian 1.458 WNI dan 5 WNA. Kemudian, pasien yang masih dalam perawatan (kasus aktif), kini berkurang 22 orang menjadi 899 orang (1,93%) dengan rincian 890 WNI dan 9 WNA).

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Baca juga :  Desa Adat Kutuh Gelar Ritual Pembersihan, Jelang Pelaksanaan Era Baru di Pantai Pandawa

Hal lain yang diatur diantaranya; kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Addendum Surat Edaran Kepala Satuan Tugas Nomor 13 Tahun 2021 Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Pengendalian COVID-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H masih berlaku pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021).

Pemerintah mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M (Memakai Masker Standar dengan benar, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian, Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan serta diimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.