Untuk Keadilan Pekerja, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat; Perusahaan di Gianyar Diimbau Patuhi UMK 2024

PENJABAT Bupati Gianyar, I Dewa Tagel Wirasa, menerima Kepala Dinas Tenaga Kerja Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani. Foto: ist
PENJABAT Bupati Gianyar, I Dewa Tagel Wirasa, menerima Kepala Dinas Tenaga Kerja Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Dewan Pengupahan Kabupaten Gianyar menyepakati Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gianyar tahun 2024 senilai Rp2.928.713, meningkat dari UMK Gianyar 2023 yang Rp2.837.680. UMK Gianyar 2024  disepakati berdasarkan hasil rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Gianyar, dan ditetapkan Pj. Gubernur Bali, Selasa (28/11/2023). Dibandingkan UMK 2023, maka UMK tahun 2024 naik 3,21 persen atau Rp91.032.

Pj. Bupati Gianyar, I Dewa Tagel Wirasa, Kamis (30/11/2023) saat menerima Kepala Dinas Tenaga Kerja Gianyar di ruang kerjanya, mengimbau seluruh stakeholder melaksanakan keputusan tersebut. “Saya mengimbau seluruh perusahaan atau seluruh stakeholder melaksanakan keputusan tersebut guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” seru Wirasa.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Tenaga Kerja Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani, menjelaskan, dengan berlakunya PP Nomor 51/2023, kepastian kenaikan upah minimum bagi pekerja saat ini  diperoleh melalui penerapan Formula Upah Minimum yang mencakup 3 variabel yaitu inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu. Dengan tiga variabel ini, perhitungan upah kerja di aturan yang baru, kondisi  ekonomi dan ketenagakerjaan di suatu daerah akan terakomodir secara seimbang.

“Ini untuk mewujudkan sistem pengupahan berkeadilan, pada gilirannya menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus memastikan pekerja mendapat upah layak,” jelasnya.

Baca juga :  Bulutangkis Indonesia Open 2020 Terancam Virus Corona

Dengan penetapan UMK, dia berharap dapat melindungi pekerja dari eksploitasi, dan memastikan mereka mendapat kompensasi yang layak. Di samping itu, menetapkan UMK diharap membantu mencegah tingkat kemiskinan dengan memastikan bahwa pekerja memiliki pendapatan yang mencukupi untuk kebutuhan dasar mereka.

Adnyani juga mengajak seluruh pihak berkolaborasi dalam menyusun kebijakan UMK Gianyar tahun 2024, yang mengedepankan keadilan, pembangunan ekonomi berkelanjutan, dan kesejahteraan bersama. “Penetapan UMK adalah upaya mencapai keseimbangan antara kebutuhan pekerja, keberlanjutan ekonomi lokal, dan kepentingan pengusaha di tingkat daerah,” pungkasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.