Trend Kasus Positif Covid-19 Mengkhawatirkan, Gubernur Koster Minta Masyarakat Tertib

  • Whatsapp
GUBERNUR Wayan Koster yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali. foto: gus alit

DENPASAR – Penambahan angka positif Covid-19 di Bali mengalami trend kenaikan yang sangat mengkhawatirkan. Bahkan, per Rabu (2/9/2020) kemarin, Gugus Tugas Provinsi Bali mencatat penambahan positif mencapai 169 orang, sehingga kumulatif menjadi 5.536 orang.

Tak hanya itu, kasus pasien meninggal dunia pun bertambah lima orang per Rabu kemarin. Hingga kemarin, tercatat jumlah kumulatif pasien meninggal dunia telah mencapai 75 orang.

Bacaan Lainnya

Sementara untuk kabar baiknya, pasien sembuh bertambah 101 orang, dan kumulatif sembuh mencapai 4.635 orang. Sedangkan pasien dalam perawatan atau kasus aktif, hingga kemarin tersisa 826 WNI.

Gubernur Bali Wayan Koster yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mengimbau agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, lanjut dia, sudah ada Pergub No. 46 tahun 2020 terkait pendisplinan pencegahan Covid-19 ini.

“Saya lihat kasus positif cenderung meningkat. Karena itu saya mengimbau agar masyarakat betul-betul tertib, terutama dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang,” ujarnya di Denpasar, Rabu (2/9/2020).

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat menghindari kerumunan, selalu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. “Sebenarnya kalau sudah memakai masker, itu relatif aman. Tapi terkadang orang mungkin ribet pakai masker sehingga maskernya kerap dibuka kemudian berinteraksi dengan orang disebelahnya yang tidak kita ketahui apakah dia pembawa virus atau tidak, sehingga terjadi penularan,” tuturnya.

Baca juga :  Duh, Angka Kasus Positif Covid-19 di Bali Tembus 1.000 Lebih, Meninggal Bertambah 1 Orang

Menyikapi, kasus positif yang meningkat drastis dengan selisih hingga 60 lebih dengan pasien sembuh, pihaknya telah menugaskan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk segera melakukan koordinasi. “Saya sudah menugaskan Kadis Kesehatan untuk berkoordinasi dengan kabupaten/kota terkait kasus baru yang muncul ini dari segmen mana efisendrum dan lokusnya apa. Itu nanti didalami dan dilakukan upaya pecegahan,” jelasnya.

Pihaknya pun berpesan kepada masyarakat yang akan melakukan kegiatan adat agar tertib dalam melaksanakan protokol kesehatan. “Semuanya sekarang (harus tertib-red) dengan adanya Pergub, Perwali dan Perbup semuanya harus tertib. Jadi, tidak dilarang menyelenggarakan upacara keagamaan, adat maupun seni. Tetapi tertib, disiplin, jaga jarak,” tandasnya.

Dirinya pun kerap mendapati beberapa pelanggaran protokol kesehatan di beberapa lokasi. Namun dengan adanya pararem Gering Agung dari desa adat, pihaknya meminta Majelis Desa Adat dan juga Dinas Pemajuan Desa Adat melakukan pengawasan ke bawah. “Jadi kalau ada yang melanggar ya kita kasi sanksi. Nanti kalau ini (masker-red) tidak pakai Rp 100 ribu,” pungkasnya.

Sementara, Sekda Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra menegaskan bahwa secara spesifik tidak ada klaster baru. Karena penambahan kasus positif tersebar hampir di semua kabupaten/kota. “Jadi kalau klaster itu ada satu titik. Mudah-mudahan itu tidak terjadi,” ujarnya.

Terkait sarana dan prasarana untuk menghadapi lonjakan penambahan positif yang megalami trend kenaikan, kata dia, Pemprov Bali telah menambah 45 kamar untuk perawatan Covid-19 di Rumah Sakit Bali Mandara. “Mudah-mudahan itu bisa mengakomodasi. Tapi yang paling penting mari kita disiplin, karena jika sudah disiplin maka tidak akan terjadi lagi,” tandasnya.

Baca juga :  Masker Kurang, Nihil Baju “Astronot”, Tenaga Medis di NTB Andalkan Baju Operasi

Dalam kesempatan itu, Dewa Indra juga mengungkapkan terkait pasien meninggal dunia. Di mana sebagian besar berusia di atas 50 tahun. Selain itu, sebagian besar juga kormobid memiliki riwayat penyakit yang lain. “Maknanya, Covid ini sudah memapar kelompok-kelompok rentan. Itu yang kita khawatirkan dari dulu,” pungkasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.