KARANGASEM – Kesadaran masyarakat Karangasem untuk memilah sampah dari sumbernya masih kecil. Hal itu terlihat dari tumpukan sampah yang masih berserakan di bekas lokasi TPS di jalan Ngurah Rai Amlapura, yang sebelumnya dibongkar DLH Karangasem.
Pemandangan tersebut cukup mengganggu kenyamanan warga. Selain menimbulkan bau tak sedap, juga menghadirkan citra kumuh. Padahal jalur tersebut merupakan jalur protokol akses perkantoran seperti gedung DPRD, MDA Karangasem dan RSUD Karangasem.
“Ini TPS sudah dibongkar sebelumnya, tapi hampir tiap hari ada saja yang membuang sampah. Sampahnya tidak dipilah, dibuang sembarangan begitu saja,” sesal salah seorang petugas DLH yang sedang mengangkut sampah di lokasi tersebut, Jumat (3/3/2023).
Selain di lokasi tersebut, petugas juga mengeluhkan pemandangan serupa terjadi di beberapa TPS yang telah dibongkar lainnya. Namun, dia mengakui di beberapa lokasi ada juga warga mulai memilah sampah sebelum dibuang.
Kadis DLH Karangasem, I Nyoman Tari, sebelumnya mengakui perlu waktu tidak sebentar untuk menyadarkan masyarakat agar mau memilah sampah berbasis sumber.
“Kesadaran masyarakat masih sangat kurang, kita akan terus sosialisasikan. Kemarin kami rapat dengan tiga kelurahan bersama kaling, di sana kami juga diminta membongkar TPS yang masih tersisa. Kami disalahkan kenapa menyiapkan tempat untuk buang sampah, dengan harapan masyarakat mau memilah sampah dari sumbernya,” bebernya.
Tari juga mengaku rapat dengan Satpol PP, yang akan melakukan pembinaan dahulu dan menggencarkan sosialisasi hingga Mei mendatang. “Nanti setelah Juni mungkin kami akan lebih tegas lagi terkait imbauan agar memilah sampah dari sumbernya ini,” pungkasnya. nad






















