BANGLI – Menjelang rahinan Purnama Kedasa nanti akan dilangsungkan upacara Ngusaba di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani. Dipastikan ribuan pemedek bakal tangkil sembahyang. Sayang, kondisi beberapa ruas jalan mengalami kerusakan, sehingga diprediksi memicu terganggunya kelancaran arus lalu lintas.
Terkait kerusakan jalan, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli, I Wayan Lega Suprapto, menyebut dari hasil pengecekan, ada dua ruas jalan yang rusak. Kedua ruas jalan tersebut yakni ruas jalan Kedewatan-Batur Kalanganyar, dan ruas jalan Simpang Tiga Sekardadi-Simpang Tiga Bayung Gede. ”Kedua ruas jalan ini merupakan jalan provinsi, sedangkan ruas jalan lain yang merupakan jalan kabupaten kondisinya masih bagus,” jelasnya.
Berkaca dari upacara karya sebelumnya, sambungnya, pemedek yang tangkil ke Pura Ulun Danu Batur mencapai ribuan. Karena dua ruas jalan yang rusak tersebut adalah jalan provinsi, maka perbaikan menjadi tanggung jawab Pemprov Bali. ”Kami sudah koordinasi dengan Provinsi, dan mudah-mudahan perbaikan nantinya jadi skala prioritas,” harapnya.
Disinggung pelebaran ruas Jalan Kintamani-Belancan dan Pludu-Kalanganyar, dia berujar lebar jalan sebelumnya hanya 3,5 meter diperlebar menjadi 4,5 meter. Total anggaran untuk pelebaran kedua ruas jalan tersebut sekitar Rp6 miliar lebih. ”Kegiatan sudah tayang di ULP Setda Bangli dan sudah ada penyedianya,” paparnya.
Dengan pelebaran, ulasnya, jalan tersebut bisa dilewati kendaraan dari dua arah. Selain bisa mengurai kemacetan yang terjadi setiap pelaksanaan upacara ngusaba di Pura Ulun Danu Batur, pelebaran ruas jalan bisa difungsikan untuk akses khusus pariwisata. ”Khusus bagi wisatawan diarahkan masuk lewat Penelokan, sementara untuk pengguna jalan yang mau ke Singaraja bisa lewat akses jalan Kintamani-Belancan,” tandasnya. gia























