GIANYAR – Penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Gianyar sangat signifikan dan diapresiasi pemerintah pusat, dengan angka prevalensi tahun 2021 sebesar 5,1 persen, terendah nasional. Mengikis prevalensi, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Gianyar menggelar rapat koordinasi, Kamis (17/11/2022) di ruang sidang utama kantor Bupati Gianyar.
Rapat dibuka Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan, I Wayan Sadra, mewakili Wakil Bupati Gianyar yang dalam tim berkedudukan sebagai Ketua TPPS. Dia didampingi Kepala Bappeda dan Litbang Gianyar, AA Dalem Jagadhita; dan Kepala DP3AP2KB, Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu.
Sadra mengatakan, pengaruh gen terhadap terjadinya stunting persentasenya sangat kecil. Stunting sebagian besar karena pengaruh asupan gizi, baik pada masa kehamilan hingga pada pemberian makanan tambahan pada bayi/anak, serta pola asuh.
Sadra mendorong TPPS makin menggencarkan sosialisasi untuk mencegah terjadinya stunting. “Semakin kecil kasus stunting, semakin maju negara kita. Karenanya kegiatan ini sangat penting bagi pembangunan generasi yang berkualitas,” lugasnya.
AA Dalem Jagadhita menambahkan, sesuai komitmen pemerintah pusat yang menarget penurunan stunting hingga 14 persen pada tahun 2024, dapat diwujudkan dengan melaksanakan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting sesuai regulasi. “Mohon ini menjadi konsen guna menuntaskan stunting di Gianyar,” ajaknya.
Menurut Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu, pembentukan TPPS selain di tingkat Kabupaten, juga di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa. Juga ada Tim Pendamping Keluarga sebanyak 397 orang yang menyasar empat hal, yakni calon pengantin, ibu hamil, ibu melahirkan (nifas), dan baduta/batita (bayi dua tahun/bayi tiga tahun).
“Struktur dan sistem sudah terbentuk, bagaimana kita memaksimalkan kinerja TPPS, seperti saat ini kita melibatkan semua unsur dan stakeholder seperti puskesmas, pemerintah desa, majelis desa adat, PHDI, dan semua unsur hingga yang terbawah. Kita berharap target penurunan prevalensi stunting tercapai,” sambungnya.
Langkah lanjutan, imbuhnya, memperkuat komitmen penurunan prevalensi stunting, didukung dengan pelaksanaan konvergensi berkelanjutan yang dibarengi dengan peningkatan kualitas, kapasitas serta integrasi antara pemerintah dengan semua pihak yang terkait dalam perencanaan.
Juga melakukan inovasi pelaksanaan intervensi percepatan penurunan stunting di enam bidang prioritas, dan memperkuat komunikasi ke khalayak melalui media massa sesuai karakteristik dan nilai-nilai kedaerahan. adi
























