TP PKK Bengkulu Studi Tiru ke Desa Taro

  • Whatsapp
KETUA TP PKK Provinsi Bengkulu, Derta Wahyulin Rohidin; menyerahkan cenderamata kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar, IA Surya Adnyani Mahayastra. Foto: ist

GIANYAR – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar, IA Surya Adnyani Mahayastra, menerima kunjungan TP PKK Provinsi Bengkulu di ruang sidang Bupati, Jumat (26/11/2021).

Mengawali sambutannya, Adnyani Mahayastra memaparkan gambaran umum Kabupaten Gianyar, serta berbagai capaian pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati I Made Mahayastra.

Bacaan Lainnya

“Tahun 2018 hingga 2019 banyak perubahan yang dilakukan Bapak Bupati, tapi tahun 2020 ada yang tertunda karena refocusing anggaran sebagai dampak Covid-19,” papar istri Bupati Mahayastra itu.

Berbekal pengalaman menjadi Ketua DPRD Gianyar dan Wakil Bupati Gianyar, ujarnya, Mahayastra bisa mendapat bantuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang pemanfaatannya untuk kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Tahun 2020, sambungnya, Kabupaten Gianyar menjadi satu-satunya kabupaten di Bali yang mendapat bantuan dana PEN dari Kementerian Keuangan.

“Berkat bantuan dana tersebut, Gianyar bisa melanjutkan berbagai pembangunan strategis seperti pembangunan Rumah Sakit Sanjiwani, RS Payangan, jembatan dan jalan, pasar-pasar desa, taman kota, pembangunan Puspem Payangan dan sarana pendamping lainnya,” urainya.

Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu, Derta Wahyulin Rohidin, sebagai tamu mengatakan, kunjungannya ke Gianyar untuk melihat serta mengetahui program kerja TP PKK Desa Taro, Pengelolaan TPS3R, Bumdes serta peran PKK dalam menggerakkan desa wisata di Desa Taro, serta integrasi programnya.

Baca juga :  Naik Tanpa Didampingi Pemandu, Masuk Jurang, Dua Pendaki Gunung Batur Selamat

Derta Wahyulin mengucapkan terima kasih karena diterima dengan baik. “Saya mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya karena diterima dengan baik. Tujuan saya berkunjung untuk melakukan studi tiru dalam meningkatkan kapasitas kader PKK Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Adnyani Mahayastra menguraikan, TP PKK Gianyar menerapkan integrasi antara pengelolaan tempat pembuangan sampah reduce, reuse dan recycle (TPS3R) dengan Pusat Pangan Alami, Mandiri dan Aman (Puspa Aman) dan Hatinya PKK. Di Desa Taro program tersebut terintegrasi dengan Bumdes yang ada di desa itu.

Sampah yang dihasilkan desa, ucapnya, dibawa ke TPS3R yang organik diolah menjadi kompos. Kompos yang dihasilkan mendukung kegiatan Puspa Aman untuk pembibitan tanaman, dan kemudian bibitnya diberikan ke masyarakat.

Sekretaris Desa Taro, I Made Rupa, menambahkan, PKK merupakan kunci sukses terwujudnya penanggulangan sampah dari sumber.

“Peran PKK sebagai kader kebersihan mengedukasi pemilahan sampah organik, nonorganik dan residu kepada masyarakat. Jadi, di TPS pengolahannya lebih gampang serta dapat mengefisienkan biaya,” tuturnya.

Kompos yang dihasilkan dari TPS diberikan untuk kegiatan Puspa Aman ataupun kebun organik serta kelebihannya dijual di Bumdes Desa Taro. Hasil kebun organik yang diolah menjadi selai atau permen yang dijual melalui Bumdes.

“Awalnya kami memberi kompos sebagai subsidi kepada petani, tapi sekarang petani mulai membeli ke Bumdes,” tegasnya.

Menurutnya, dengan integrasi akan didapat keuntungan, mengingat sangat susah mendapat keuntungan dari TPS3R.

Baca juga :  COVID-19 juga Tunda Piala AFC

“Kalau kita berpatokan pada keuntungan TPS sangat susah, bisa imbang saja antara biaya dan pendapatan kita sangat bersyukur. Maka dari itu integrasi dengan Puspa Aman dan Bumdes akan meningkatkan keuntungan, yang nanti kami bagi dengan desa sebagai pendapatan asli desa,” pungkasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.