Tolak Tes Cepat Corona, Satu PPK Kuta Selatan Diganti

  • Whatsapp
PARA komisioner KPU Badung saat mewawancari calon PPK yang mengikuti seleksi pengganti antarwaktu satu PPK di Kuta Selatan, Selasa (14/7/2020). Foto: gus hendra
PARA komisioner KPU Badung saat mewawancari calon PPK yang mengikuti seleksi pengganti antarwaktu satu PPK di Kuta Selatan, Selasa (14/7/2020). Foto: gus hendra

MANGUPURA – Komisioner KPU Badung melakukan seleksi untuk satu PPK di Kuta Selatan (Kutsel) di kantor KPU Badung, Selasa (14/7/2020). Dari dua orang yang mengikuti tes, terpilih satu orang atas nama I Wayan Ambara Putra yang langsung dilantik sore kemarin . Dia menggantikan PPK yang mengajukan pengunduran diri lantaran tidak mau menjalankan kewajiban penyelenggara Pilkada 2020 untuk tes cepat (rapid test).  

Pantauan di KPU Badung, komisioner dipimpin Ketua KPU Badung, I Wayan Semara Cipta, mewawancarai dua calon tersebut. Pertanyaan diajukan seputar pengetahuan dasar mengenai kepemiluan, serta pengalaman organisasi yang pernah diikuti. Karena mereka akan mengganti PPK yang tidak mau tes cepat, kesediaan menjalankan tes cepat juga ditanyakan. Dan, keduanya menyatakan bersedia dites cepat jika terpilih menjadi PPK.

Bacaan Lainnya

Semara Cipta usai tes wawancara menuturkan, penggantian antarwaktu satu PPK Kuta Selatan dilakukan sebagai konsekuensi tidak mau mengikuti tes cepat. Soal apa alasan PPK itu tidak mau mengikuti tes cepat, dia semula tidak menjawab lugas. “Ya bilangnya tidak mau saja, mungkin ada kesibukan lain,” kelitnya. Belakangan dia mengakui ada kemungkinan PPK itu tidak mau tes cepat, karena menimbang dampak sosial jika hasilnya reaktif.

Baca juga :  Polda Bali Siap Awasi Protokol Kesehatan Pilkada

Calon pengganti, terangnya, ada dua orang. Satu orang akademisi dari Universitas Teknologi Indonesia di Jimbaran, satu lagi Ketua LPM Kelurahan Benoa yang pernah menjadi PPS. Yang disebut belakangan yang kemudian ditetapkan dan dilantik sebagai pengganti, sedangkan satu lagi sebagai cadangan. Ini untuk antisipasi jika kemudian selama masa tugas ada halangan tetap, KPU tidak perlu lagi mencari orang baru.

Pertimbangan memilih Ambara, jelasnya, yakni karena nilainya saat seleksi lebih tinggi. Dia juga punya rekam jejak sebagai penyelenggara, apalagi pernah jadi Ketua PPS. “Dia langsung dilantik (kemarin) untuk bisa dibuatkan SK per tanggal 14 Juli, sekaligus biar langsung bertugas,” urai komisioner dengan nama panggilan Kayun itu.

Disinggung mengenai kabar masih ada sejumlah PPDP tidak bersedia mengikuti tes cepat, dia mendaku masih melakukan pendekatan kepada mereka. Hanya, dia bilang belum tahu berapa pastinya jumlah PPDP yang menolak tes cepat. Yang diprioritaskan agar PPDP bisa dilantik dan mengikuti bimbingan teknis.

Menurut Kayun, alasan PPDP menolak tes cepat kemungkinan lebih karena khawatir jika hasilnya reaktif. Sebab, mereka harus menjalani karantina, entah mandiri atau di tempat yang disediakan pemerintah. Masalahnya, persepsi orang sekitar telanjur negatif dan menyamakan reaktif sama dengan positif Corona. Belum lagi adanya pengalaman bagaimana yang hasilnya reaktif dijauhi tetangga sekitar, dan itu rentan merontokkan konfidensi dan imun mereka.

Baca juga :  Dua Pasien Corona di Gianyar Meninggal, Tiga Sembuh

Bagi PPDP yang sudah dilantik, jelasnya, jika hasilnya reaktif maka akan langsung diganti. “Kalau cari PPDP tanpa rapid test itu nggak susah. Yang susah itu mencari PPDP yang mau ikut rapid test, karena ini masih jadi momok untuk banyak pihak,” cetusnya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.