POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Usai mendapat “cobaan” hendak diserbu perusuh yang menumpang aksi demo di depan Polda Bali pada Sabtu (30/8/2025), pengamanan gedung DPRD Bali diperketat mulai Minggu (31/8/2025). Selain dari personel Polresta Denpasar, penebalan pasukan diperkuat pasukan dari Korem 163/Wirasatya, Raiders 900, Satpol PP Provinsi Bali, dan pecalang.
Memantau perkembangan situasi usai kerusuhan, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto; dan Danrem 163/Wirasatya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, mendatangi DPRD Bali pada Minggu (31/8/2025) malam. Mengendarai sepeda motor bersama sejumlah pengawal, Pangdam dan Danrem ditemui Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya. Alih-alih diterima formal, tamu dan tuan rumah justru asyik berbincang hangat sembari berdiri di lobi DPRD.
“Ya kami yakin dengan situasi keamanan, kita upayakan optimal untuk pencegahan. Bali aman,” ujar Pangdam, usai menginspeksi pasukannya sedikit gelap-gelapan di halaman depan DPRD. Dalam operasionalnya, semua pasukan TNI AD tersebut berada dalam kendali Korem Wirasatya.
Menyikapi perkembangan situasi, Mahayadnya berkata pihaknya ada menunda pelaksanaan sidang paripurna membahas satu raperda. Hal ini dilakukan supaya sidang tidak terganggu ketika misalnya ada ribut-ribut di luar. “Nanti dengar ada ribut, baru bahas bab ketiga, kita lari. Ya daripada tanggung, mending tunda saja,” terang Dewa Jack, sapaan akrabnya.
“Terima kasih Pak Pangdam dan Pak Danrem atas atensinya,” sambungnya. Sekira 10 menit di DPRD, Pangdam dan Danrem melanjutkan perjalanan ke Polda Bali.
Sekretaris DPRD Bali, Ketut Nayaka, mengatakan, saat ini pengamanan gedung DPRD melibatkan 40 personel Korem Wirasatya, 108 personel Raiders 900, 50 pecalang, dan 15 anggota Satpol PP. “Pecalang itu penugasan dari MDA dan Pak Ketua DPRD. Soal sampai kapan penugasannya, ya melihat perkembangan situasi,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan pada Senin (1/9), di seputar civic center Pemprov Bali terlihat penambahan pengamanan dari sejumlah pecalang MDA dan polisi. Di depan Polpos Renon, sisi timur Lapangan Renon, disiagakan truk water cannon. Dua personel TNI AD berjaga mulai gerbang masuk DPRD Bali. Bagi yang hendak masuk ditanya apa keperluannya. Sementara lainnya terlihat duduk-duduk di dalam gedung, tameng pengendali huru-hara diletakkan di lapangan.
Sebelumnya, pada Minggu (31/8/2025) malam, Polda Bali menggelar apel siaga untuk mengantisipasi unjuk rasa di halaman depan Polda. Apel diikuti 1.441 personel dari seluruh satuan kerja bersama sejumlah pecalang. juga ikut hadir dalam apel yang digelar di halaman depan Mapolda Bali. Kapolda Irjen Daniel Adityajaya, Wakapolda Brigjenpol I Komang Sandi Arsana, dan seluruh pejabat utama Polda Bali turut hadir pada apel kali ini.
Karoops Kombes Soelistijono yang memimpin apel mengatakan, apel malam kesiapsiagaan ini merupakan salah satu upaya Polda dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Pun memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. “Setelah apel ini, tidak ada personel yang keluar meninggalkan mako (markas komando). Tidak bisa dipastikan sampai jam berapa kita siaga malam hari ini. Nanti akan diinformasikan berjenjang perkembangan situasi setelah mendapat laporan intelijen,” paparnya. hen
























