TKP Motor Terjun ke Jurang, Jalan Berlubang dan LPJ Padam

  • Whatsapp
WARGA ramai melihat lokasi pengendara motor jatuh ke Sungai Petanu di jembatan Laplapan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. foto: adi

GIANYAR – Di lokasi kecelakan sepeda motor yang dialami satu keluarga terdiri dari anak, ibu, dan neneknya sampai terjun ke Sungai Petanu di Banjar Laplapan, lampu penerangan jalan (LPJ) ternyata tidak menyala. Selain itu, kondisi jalan juga berlubang.

Putu Adi, warga setempat, Minggu (21/3/2021) menuturkan, di lokasi kecelakaan terdapat dua titik LPJ. Satunya di timur jembatan, satu lagi di barat jembatan. Lampu di sebelah barat sejak lama tidak menyala, sedangkan yang sebelah timur kadang menyala dan kadang padam. “Lampu satunya sudah lama mati, saya sudah tahu situasi. Memang harus hati-hati di sini,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Pada malam hari, tanpa lampu di sepanjang jalan hingga memasuki lokasi kejadian, suasana memang sangat gelap. Selain itu, jalan yang sempit juga mempengaruhi orang berkendara.

Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, I Wayan Suamba, yang dimintai tanggapan terkait padamnya LPJ tersebut, tidak menampik hal itu bisa terjadi. Dia beralasan cuaca hujan dan banyak terjadi pohon tumbang, selain banyaknya lampu yang harus diawasi intansinya. “Ada sekitar 6.700 LPJ yang harus kami awasi. Jika ada yang rusak, warga atau kaling harap melaporkan agar kami bisa cek itu,” katanya.

Baca juga :  Wujudkan Zona Hijau Covid-19, Pemkot Denpasar akan Vaksin 26.000 Warga Sanur

Di sisi lain, dia mengajak masyarakat juga berempati terhadap kondisi ekonomi saat ini, dengan lebih berhati-hati saat berkendara. Selain itu, cuaca hujan kadang menyebabkan ada lampu tertimpa pohon atau korsleting.

“Kita saling mengertilah, kita akui Covid-19 ini anggaran pemerintah sangat terbatas. Jika hanya mengganti kabel atau membenahi korsleting, kami masih bisa. Kalau mengganti suku cadang, kami sudah tidak bisa, kami sudah tidak dikasi ngebon,” urainya terus terang.

Usai kecelakaan maut tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Gianyar melakukan perbaikan jalan rusak di jembatan Laplapan, Pejeng tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, Made Astawiguna, mengatakan, perbaikan dilakukan Sabtu (20/3/2021) dengan cara menambel sejumlah jalan yang berlubang, serta memperbaiki gorong-gorong. Hal tersebut disebut sebagai pengamanan jangka pendek.

Sementara untuk pengamanan jangka panjang, terangnya, PUPR Gianyar masih melakukan kajian. Namun demikian, pihaknya tetap meminta masyarakat harus berhati-hati saat melintas di jembatan tersebut.

“Langkah sementara yang bisa dilakukan adalah melakukan perawatan jalan, memperbaiki jalan dan membersihkan saluran drainase, serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Gianyar untuk penambahan lampu penerang jalan,” ungkapnya.

Lebih jauh dipaparkan, saat ini instansinya masih survei apa yang dibutuhkan. Bila memang harus memasang relling atau pembatas jalan, maka itu akan diajukan anggarannya. Dia menaksir untuk relling 20 meter sampai 30 meter butuh anggaran sekitar Rp100 juta. Di lokasi, yang dibutuhkan atau termasuk berbahaya itu sekitar 50 meter.

Baca juga :  Patung Gajah Mada di Mapolres Gianyar Diresmikan

Astawiguna menambahkan, sebelumnya ada usulan dari anggota DPRD Gianyar agar dilakukan pengangkatan jalan supaya medannya tidak terjal. Namun, hal itu butuh kajian. Selain itu, jika dilakukan pelebaran jalan, pembebasan lahan sudah tidak memungkinkan.

“Beberapa tahun lalu kami sudah perbaiki kawasan berbahaya di sebelah timur. Untuk pembebasan lahan juga tidak memungkinkan lagi,” pungkasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.