DENPASAR – Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata menggelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata. Kegiatan yang digelar di Hotel Prime Plaza Sanur, Denpasar itu dibuka pada Senin (8/8/2022) dan akan berlangsung hingga 10 Agustus 2022. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola desa wisata.
Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf, Dinas Pariwisata Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana, menjelaskan, salah satu dari kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan yaitu pemberdayaan masyarakat. Sehingga mampu mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di satu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Pengembangan desa wisata perlu didukung dengan manajemen atau pengelolaan dengan kelembagaan yang solid, fleksibel, dan sederhana serta dinamis. Keterlibatan masyarakat lokal merupakan unsur utama dalam pengelolaan desa wisata ini,” jelasnya.
Hendar lebih lanjut menyampaikan, kegiatan yang menyasar utusan desa/kelurahan, pokdarwis serta organisasi pemuda peduli pariwisata ini dilaksanakan dengan menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali, Made Mendra Astawa; Institut Pariwisata dan Bisnis International dan Ketua DPD AHLI, I Ketut Suabawa; Mentor Desa Wisata, I Dewa Gede Wisnu Arimbawa; dan Praktisi Desa Wisata, I Gusti Agung Bagus Mantra.
Seluruh peserta juga akan diajak mengunjungi Desa Wisata Taro, Kabupaten Gianyar. Dia berharap, dari pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola desa wisata. Sehingga kedepannya lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.
“Kami berharap kedepan lahir desa wisata-desa wisata yang profesional di Kota Denpasar untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Kota Denpasar dengan pengelolaan yang profesional dan berkualitas,” terangnya.
Made Mendra Astawa dari Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas semangat dan perhatian desa di Kota Denpasar untuk kemajuan pariwisata, khususnya desa wisata. Hampir sebagian besar desa/kelurahan telah memiliki kelompok sadar wisata (pokdarwis).
“Kami memberikan apresiasi atas komitmen Pemkot Denpasar dalam mendukung kemajuan pariwisata di masa pandemi, sehingga pelatihan ini menjadi penting untuk meningkatkan kualitas kepariwisataan yang berkelanjutan,” ujarnya. rap























