Timnas Harus Jalani Karantina 10 Hari, Yunus: Bisa Turunkan Kebugaran Fisik Para Pemain

  • Whatsapp
GELANDANG serang Timnas Indonesia Ricky Kambuaya (kiri) melakukan selebrasi usai membobol gawang Timnas Thailand dalam pertandingan Babak Final Leg 2 Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (1/1/2022). foto: antaranews

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan, karantina selama 10 hari setelah berkompetisi di Piala AFF 2020 di Singapura dapat menurunkan kebugaran fisik para pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Yunus menyebutkan hal itu karena selama karantina, para pemain termasuk ofisial wajib tinggal di kamar dan tidak dapat beraktivitas di luar hotel termasuk sekadar joging. “Jika begitu, pemain perlu tiga bulan untuk meningkatkan kembali kondisi fisiknya seperti semula,” ujar pria asal Gorontalo itu.

Bacaan Lainnya

Situasi demikian, Yunus melanjutkan, merugikan lantaran sebagian pemain akan melanjutkan persiapan menuju Piala AFF U-23 2022 di Kamboja yang digelar pada 14-26 Februari 2022. Selain itu, mereka juga harus memperkuat klub masing-masing pada putaran kedua Liga 1 Indonesia 2020 yang dimulai pekan pertama Januari 2022.

Namun, ia menegaskan pihaknya mematuhi aturan pemerintah Indonesia untuk tetap mengarungi karantina guna menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. “Kami menghargai dan menghormati aturan negara untuk karantina,” ungkap Yunus, seperti dikutip posmerdeka.com dari antaranews, Senin (3/1/20222).

Yunus juga menjelaskan soal penyambutan Timnas Indonesia oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di hotel, Minggu (2/1/2022).

Menurut dia, kebijakan Iriawan menemui langsung Evan Dimas dan kawan-kawan tak perlu dipermasalahkan lebih jauh karena yakin Timnas Indonesia, baik pemain maupun ofisial, dalam keadaan aman karena mereka menjalani sistem gelembung selama satu bulan di Singapura dan dites usap PCR setiap tiga hari.

Baca juga :  Diduga Karena Ini, Pemancing Meninggal Mendadak di Pantai Lepang

Gelembung mengharuskan skuad Garuda tak boleh keluar hotel. Sanksi pemerintah Singapura menanti jika melanggarnya.

“Jadi, apa salahnya jika Timnas disambut Ketua Umum? Kami semua sudah dites PCR dan hasilnya negatif. Hari ini juga sudah tes dan semuanya sehat. Sebenarnya, jika memungkinkan, kami tak perlu lagi karantina di Indonesia. Namun, kami tetap menjalaninya,” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.