MATARAM – Pengurus Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia Provinsi NTB di bawah nakhoda Lalu Gede Syamsul Mujahidin, yang karib dipanggil Gede Syamsul, dilantik Ketua DPP Satkar Ulama Indonesia, Muhammad Idris Laena, Sabtu (23/7/2022) malam.
Pelantikan di Hotel Raja Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) di kuti pelantikan Hiwasi, Amsi dan tiga badan organisasi sayap Partai Golkar untuk kabupaten dan kota di NTB.
Selain Gede Syamsul, dua cucu pendiri ormas Nahdlatul Wathan (NW) TGKH Zainuddin Abdul Madjid (Maulana Syaikh) yakni TGH Lalu Gede Sakti Amirmurni dan Laksmining Puji Jagat, yang turut hadir dan ikut dilantik.
Gede Syamsul mengatakan, sebagai cucu Pahlawan Nasional Maulana Syaikh, dia merasa terpanggil menjadi Ketua Satker Ulama. Alasannya, (alm) Maulana Syekh pernah menjabat Dewan Kehormatan dan Dewan Pembina Satkar Ulama Indonesia NTB periode 1990-1995, yang kala itu dijabat TGH Lalu Gede Wiresentane, ayah Gede Syamsul, pada Munas ke 2 di Jakarta.
“Menjabat Ketua Satker Ulama Provinsi NTB kali ini, seolah-olah saya sedang menerima warisan organisasi dari almarhum kakek saya. Untuk itu, saya tahadduts bin ni’matillah hari ini,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.
Karena perjuangannya masuk kembali menjadi bagian tubuh Partai Golkar, dia tak lupa mengajak dua kakak kandungnya, Gede Sakti dan Laksmining Puji Jagat. Mereka bertiga, sesuai arahan keluarga besar, bersepakat terus berjuang membina umat, serta mempererat hubungan ulama dan umara seperti pernah dilakukan Maulana Syaikh dan TGH Lalu Gede Wiresentane.
Organisasi Satkar Ulama, ulasnya, akan bisa terus eksis guna menjadi pilar partai dalam urusan untuk membina umat. Terutama melalui masjid, musholla, pondok pesantren, lembaga-lembaga dakwah serta majlis zikir di NTB.
Gede Syamsul mendaku ada tiga program prioritas yang akan dilakukan. Pertama, melakukan reposisi organisasi agar Satkar Ulama bisa dekat umat. Kerjasama yang dilakukan harus bersama dengan pengurus dan jamaah masjid, musholla, pondok pesantren dan kelompok-kelompok umat Islam lainnya.
Kedua, revitalisasi dan reaktualisasi organisasi. Fokusnya adalah pemberdayaan umat lewat berbagai pelatihan kewirausahaan yang terus dimasifkan, sehingga anggota Satker Ulama akan bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan perekonimian bangsa.
“Rekonsolidasi organisasi merupakan pilar ketiga sebagai prioritas program. Di sini, kiprah organisasi harus diperluas jaringannya. Salah satunya bekerja sama sama dengan semua ormas Islam, yakni NW, NU, Muhammadiyah dan lainnya di Provinsi NTB,” papar Gede Syamsul.
Dia memastikan siap memenangkan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, sebagai capres pada Pilpres 2024 mendatang. Dengan modal ilmu dan bimbingan organisasi dari kakek saya dan ayahnya, pencapresan Airlangga tinggal disuarakan di level akar rumput melalui jaringan yang dimiliki selama ini.
Ketua Umum DPP Satkar Ulama Indonesia, Muhammad Idris Laena, meyakini Satkar Ulama Indonesia NTB di bawah kepemimpinan Gede Syamsul akan mampu membina umat Islam di NTB. Dia mengklaim tahu betul kemampuan dan kredibilitas Gede Syamsul selaku tokoh muda NTB.
“Insya Allah ini pilihan tepat DPP Satkar Ulama menunjuk beliau, apalagi juga ada tambahan amunisi dari saudara beliau sebagai cucu Pahlawan Nasional. Tentunya Satker Ulama di NTB akan bisa berkibar dan besar ke depan,” seru Idris Laena.
Dari lokasi, karangan bunga terkait pelantikan tiga cucu Pahlawan Nasional sekaligus pendiri ormas terbesar di NTB itu juga datang Ummuna Siti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid (putri almarhum Maulana Syekh/ibu kandung Gede Sakti, Gede Syamsul dan Laksmining Puji Jagat). rul























