LOMBOK TIMUR – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), TGB Muhammad Zainul Majdi atau yang kerap disapa Tuan Guru Bajang (TGB), minta seluruh kader, pengurus dan santri NWDI mencintai dan membela Tanah Air. Sebab, sikap cinta Tanah Air termasuk kategori Fardhu Ain. Apalagi sikap itu merupakan ajaran yang selama ini ditunjukkan pendiri NWDI, Almagfirullah Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
“Muktamar pertama ini adalah cara kita untuk mengingat perjuangan beliau, yang gigih berjuang untuk Tanah Air dari serbuan para penjajah Belanda,” seru TGB dalam sambutannya saat Muktamar ke-1 Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) di Pancor, Selong, Lombok Timur, Minggu (30/1/2022).
Menurut TGB, NWDI adalah simbol untuk keindonesiaan yang dapat dibuktikan melalui perjuangan untuk membela Negara Indonesia. Gubernur NTB dua periode itu mendaku, dalam Islam, cinta Tanah Air juga merupakan kesadaran akan tanggung jawab pemenuhan kewajiban-kewajiban atas negara. Sebab, Rasulullah SAW dalam piagam Madinah memutuskan semua warga negara adalah satu tangan atas yang lainnya, bahu-membahu melawan ancaman dan permusuhan atas tanah mereka.
Selanjutnya, kata TGB, bekerja sama satu dengan yang lainnya untuk mewujudkan kepentingan mereka. Yakni menjaga darah, hak, dan kehormatan mereka, terutama bangsa dan Tanah Airnya.
Ukhuwah (hubungan) antara sesama umat Islam harus terus diperkuat, termasuk amanah yang dijabat kader NWDI harus ditegakkan untuk menjaga Tanah Air dari segala jenis ancaman. “Maka meneladani perjuangan Maulana Syaikh yang berjuang untuk Tanah Air dan NWDI, adalah simbol untuk keindonesiaan yang dapat dibuktikan melalui perjuangan untuk membela Negara Indonesia,” urainya.
Dalam kesempatan itu, TGB berpesan kepada para santri, pengurus dan jemaah NWDI agar tidak meninggalkan empat prinsip yang diajarkan oleh Almagfurullah Maulana Syaikh, yakni yakin, ikhlas, sabar serta istiqomah. Misalnya saat situasi yang ditakdirkan Allah dalam ujian pandemi saat ini.
“Yang diuji itu kesabaran kita saat ini, serta istiqomah kita dalam menjalankan NWDI Daiman Abada,” pesan Jurkam Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 lalu itu.
Senada dengan TGB, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menyampaikan keyakinan tentang NWDI yang akan menjadi organisasi yang eksis seterusnya. “NWDI sudah memiliki segala aspek yang dibutuhkan untuk menjadi organisasi yang akan tetap eksis selanjutnya,” lugas Bang Zul, sapaan akrabnya, saat memberi sambutan pada Muktamar tersebut.
Menurutnya, NWDI bisa melangkah ke depan mengikuti perkembangan zaman. Terlebih NWDI adalah satu di antara organisasi yang sepenuhnya memberi ruang bagi anak muda untuk berkembang. Dengan demikian, Bang Zul berharap NWDI akan menciptakan anak muda yang bisa berguna bagi agama dan juga bangsa.
Karena itu, jelasnya, Pemprov NTB menyambut baik visi dan misi NWDI. Dia pun mengajak NWDI bersinergi membangun bangsa, khususnya daerah NTB. “Bersama dengan NWDI, Insya Allah NTB Gemilang bukan hanya (sebatas) kata-kata,” pekik politisi PKS itu.
Dalam kesempatan itu, dia membacakan renungan masa yang merupakan karya Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Pembacaan wasiat oleh Bang Zul ini diikuti tepuk tangan para muktamirin.
Berikut ini wasiat renungan masa yang dibaca Gubernur NTB:
“Ummat muhtadin selalu ziarah. Di NWDI induk madrasah. Secara dharirah dan ruhaniyah. Membawa berkat dan sinar Ka’bah. Berbondong-bondong berfirqah-firqah. Setiap waktu setiap sa’ah Banjiri Pancor menuju madrasah. Seakan menuju ke Kota Ka’bah”. rul























