Terungkap! Kasus Anak Bunuh Ayah di Buleleng, Pelaku Siapkan Linggis dari Rumahnya

SUASANA di rumah duka korban Wayan Purna di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Foto: ist
SUASANA di rumah duka korban Wayan Purna di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Foto: ist

BULELENG – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Wayan Purna (72), korban pembunuhan di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Pihak keluarga masih tak menyangka dan syok berat atas peristiwa tewasnya Wayan Purna ditangan anaknya sendiri yakni Gede Darmika (50), secara tragis menggunakan sabit dan linggis.

Istri pertama korban Wayan Purna, Nengah Pudak (65), masih sangat syok atas kepergian suami tercintanya. Dari penuturan pihak keluarga, selama ini antara ayah (korban)dan anak (pelaku) itu tidak ada masalah.

Bacaan Lainnya

Salah satu anak korban yang juga adik pelaku, Made Darmawan mengaku tidak mengetahui persis peristiwa yang terjadi sebab dia tinggal di Denpasar. Ia pun mengaku syok mendengar kabar, tewasnya sang ayah ditangan kakaknya sendiri.

“Memang katanya bapak dan kakak saya melayat terus minum disana. Lalu bapak pulang, saat itu ibu masih tidur, tapi ibu tahu bapak sudah pulang. Tiba-tiba kakak saya datang bawa linggis sama sabit, lalu didengar ada ribut, keluarlah ibu saya,” kata Darmawan.

Saat ibunya (Nengah Pudak) keluar, pelaku sempat dinasihati agar tidak marah-marah kepada ayahnya karena usia ayahnya sudah tua. Nasihat ibunya tersebut tak digubris oleh pelaku dengan terus marah kepada ayahnya yang tidak diketahui oleh keluarga pangkal masalahnya.

Dituturkan pula, ibu pelaku yang juga istri korban sempat meminta sabit yang dibawa oleh pelaku, namun tidak diberikan oleh pelaku. Karena takut, Pudak pun berlari meminta pertolongan menuju ke rumah istri kedua korban yang berjarak 100 meter dari lokasi kejadian.Namun saat perjalanan meminta pertolongan, Pudak malah pingsan di jalan karena ketakutan dan syok berat.

“Waktu semua datang, bapak sudah tergeletak di bawah. Sabit sama linggis itu diambil dari rumahnya (pelaku). Setahu saya, bapak gak ada masalah dengan dia. Ibu masih syok sekali. Rencananya bapak dikubur dalam waktu dekat ini,” ujar Darmawan.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, seizin Kapolres Buleleng,mengatakan, saat ini pelaku Darmika masih menjalani proses pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Gerokgak. Beberapa orang saksi masih dimintai keterangan.

“Hasil sementara motif karena si anak ini merasa sakit hati, karena ketika setiap minum mabuk sering dimarahi yang menurut pelaku ini tidak wajar. Tapi keterangan dari pelaku ini masih kami dalami lagi,” ungkap Iptu Sumarjaya.

Disinggung ada kemungkinan polisi melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku, Iptu Sumarjaya mengatakan masih melihat kondisi yang ada. Jika kondisi pelaku sehat, tidak perlu dilakukan tes kejiwaan. “Per hari ini (kemarin, red) pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” terangnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, peralatan atau senjata digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa ayahnya memang sudah dipersiapkan dari rumahnya. Bahkan sebelum insiden berdarah terjadi, antara korban dan pelaku sempat adu mulut.

“Pelaku sudah mempersiapkan peralatan seperti linggis dan arit (sabit), tapi yang digunakan (untuk menghabisi ayahnya) linggis. Kalau dibilang perencanaan, nanti dilihat dari hasil penyidikan yang sekarang masih berjalan,” pungkas Iptu Sumarjaya. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses