Terseret Arus Pantai Kelingking, Suasta Ditemukan Meninggal

  • Whatsapp
TIM SAR gabungan melakukan evakuasi korban terseret arus di perairan Pantai Kelingking, Nusa Penida, Senin (25/10/2021). Foto: ist

KLUNGKUNG – Putu Suasta, korban terseret arus di Pantai Kelingking, Nusa Penida akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal di perairan Pantai Kelingking, Senin (25/10/2021) siang. Sebelumnya, Tim SAR melakukan upaya pencarian dan pertolongan sejak pukul 06.00 Wita.

Koordinator Unit Siaga SAR Basarnas di Nusa Penida, I Putu Cakra Negara, menerangkan, Basarnas mengerahkan satu unit rigid inflatable boat (RIB). Untuk keberangkatan pertama, Basarnas mengerahkan satu unit RIB bergerak dari sampalan menuju lokasi kejadian. Kemudian menyisir lokasi selama tiga jam, meski hasilnya masih nihil.

Bacaan Lainnya

Kemudian pencarian pada keberangkatan kedua yang berlangsung selama 30 menit, korban akhirnya ditemukan dalam posisi mengapung di arah barat lokasi kejadian. Saat ditemukan, korban sudah tidak mengenakan pakaian, dengan jarak mencapai 0.2 Nm dari bibir pantai. “Korban kemudian dievakuasi menuju pelabuhan Banjar Nyuh, dan dibawa menuju Rumah Sakit Pratama, Nusa Penida menggunakan ambulans,” tutupnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Gede Darmada, di kesempatan terpisah, memberi apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam Operasi Pencarian dan Pertolongan di Nusa Penida itu. Dia berharap kerjasama yang terjalin selama ini dapat lebih ditingkatkan guna memberi pelayanan SAR lebih baik kepada masyarakat.

Baca juga :  Dua Pekan Pasca Dilantik, Pengprov TI Bali Gelar Rekerda Perdana

Dari informasi yang dihimpun, Putu Suasta merupakan pramuwisata Nur Aisyah Putri Sari, yang juga menjadi korban terseret arus di Pantai Kelingking. Beberapa unsur SAR yang terlibat dalam Operasi Pencarian dan Pertolongan yakni Basarnas Unit Siaga Nusa Penida, Polsek Nusa Penida, BPBD Nusa Penida Kab. Klungkung, Koramil Nusa Penida dan masyarakat setempat.

Dalam kronologisnya, Minggu (24/10/2021) sekitar pukul 17.00 Wita di Pantai Kelingking, Suasta yang merupakan sopir asal Desa Bunga Mekar, Kecamatan Penida bersama Nur Aisyah Putri Sari (22) asal Desa Padang Padang, Kecamatan Sumba Opu, Makasar, Sulawesi Selatan sempat bermain-main di pasir dan foto-fotoan. “Saya sempat mengingatkan korban agar jangan terlalu ke tengah, tapi tiba-tiba korban teriak memanggil saya karena saat itu digulung ombak,” ujar saksi, Ifriani.

Saksi sebenarnya berusaha menolong dan sempat memegang tangan Nus Aisyah, tapi karena ombak besar datang, tangan saksi terlepas dan Nur Aisyah ditarik ke tengah laut. Tidak berselang lama, korban sudah bisa ditarik ke pinggir pantai dalam kondisi tidak bernyawa. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.