Terima Bantuan dari BPD Bali dan PNB, Ini Kata Dewa Indra Penyebab Transmisi Lokal Corona

  • Whatsapp
KETUA Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat menerima bantuan dari BPD Bali dan PNB. Foto: ist
KETUA Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat menerima bantuan dari BPD Bali dan PNB. Foto: ist

DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali kembali mendapatkan bantuan untuk mendukung menanggulangi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Pulau Dewata. Kali ini, sumbangan itu datang dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan Politeknik Negeri Bali (PNB).

Bantuan dari BPD itu berupa masker sebanyak 17.000 pcs, thermogun 10 pcs, baju lapangan 230 pcs, dan wastafel 10 pcs dengan total nilai Rp162 juta. Sedangkan dari Politeknik Negeri Bali, bantuan berupa automatic hand sanitizer yang merupakan karya dari mahasiswa sebanyak 3 unit, hand sanitizer 5 liter sebanyak 10 jerigen, Alat Pelindung Diri (APD) 200 unit, Wastafel 7 set, thermogun 8 unit, face shield 200 unit, masker 13.000 buah, slop tangan karet 2000 buah dan baju pasien 60 set.

Bacaan Lainnya

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyampaikan, bantuan ini akan diserahkan kepada tenaga medis, pasien dan masyarakat yang membutuhkan. Dewa Indra menegaskan bahwa donasi ini adalah bentuk kepedulian yang perlu diapresiasi, di mana hal terebut bermakna bahwa kesadaran persoalan Covid-19 adalah tanggung jawab bersama.

“Keyakinan untuk berkerja bersinergi adalah hal yang diperlukan saat ini, karena segala bentuk dari dampak penyeban Covid-19 menjadi tanggung jawab semua pihak, mengigat virus ini bukan hanya di rasakan di Bali atau Indonesia saja, melainkan seluruh mahluk di dunia juga merasakannya,” ungkapnya, Rabu (29/4).

Baca juga :  BI Bali Tutup Sementara Layanan Kas Keliling

Dalam kesempatan tersebut, Dewa Indra juga mengingatkan masyarakat maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar tetap mengikuti protokol pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 dengan disiplin sehingga tidak terjadi kasus transmisi lokal. “Transmisi lokal adalah bentuk atau produk dari ketidakdisiplinan,” pungkasnya. 019

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.