Tekuk NTB di Laga Akhir, tapi Tim Sepakbola Bali tetap Gagal Lolos ke PON XXI 2024

PARA pemain tim sepakbola Bali lunglai usai pertandingan melawan NTB di stadion Ngurah Rai Denpasar, Sabtu (21/10/2023). Walau menang dengan skor 4-3, Bali tetap gagal lolos ke PON XXI 2024 di Sumut dan Aceh. foto: yes

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Seperti pada PON XX Papua, Kontingen Bali dipastikan kembali tanpa cabor paling bergengsi sepakbola putra pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh (tuan rumah bersama).

Kepastian itu didapat pada laga ketiga (terakhir) Grup D Babak Kualifikasi (BK) PON 2024, Sabtu (21/10/2023), dimana tim Bali yang dimanajeri Wali Kota Denpasar IGN. Jaya Negara itu hanya finish di peringkat ketiga pada daftar klasemen akhir, di bawah NTT sebagai juara grup dan Sulawesi Selatan (Sulsel) di posisi kedua

Read More

Memang pada laga terakhir itu di Stadion Ngurah Rai Denpasar, tim Bali yang dibesut duet pelatih AA. Ketut Bramastra dan Made Pasek Alit itu berhasil meraih kemenangan pertama setelah menekuk Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan skor tipis 4-3. Tapi pada laga lain saat bersamaan di Stadion Kompyang Sujana Denpasar, Sulsel justru berhasil mengalahkan Nusa Tenggara Timur dengan skor 2-1.

Dengan hasil laga pada match day ketiga itu, NTT walau kalah tetap sebagai juara grup dengan nilai 6 dari tiga kali bertanding (2 kali menang, sekali kalah) sekaligus lolos ke PON 2024. Kemudian Sulsel dengan kemenangan 2-1 itu berhak mendampingi NTT ke PON XXI sebagai salah satu tim peringkat kedua (runner up) terbaik dengan nilai 5 dari hasil sekali menang dan dua kali seri.

Nah, tim Bali sendiri mentok di peringkat ketiga dengan nilai 4 dari hasil sekali menang, sekali seri dan sekali kalah. Andai saja Sulsel imbang atau kalah dengan NTT, dipastikan Bali yang mendapatkan tiket ke Sumut dan Aceh. Apa boleh buat, semuanya sudah berlalu. Menyedihkan memang, terlebih nasib Bali ditentukan tim lain, sangat…sangat menyakitkan.

Tidaklah mengherankan, semua pemain Bali bermuram durja ke luar lapangan begitu peluit panjang ditiup Wasit Heri Sulistyo dari Kabupaten Semarang yang memimpin laga Bali kontra NTB. Para ofisial Bali juga larut dalam kesedihan usai laga tersebut.

Biasanya para pemain dengan penuh euforia menyambut kemenangan di setiap pertandingan. Tetapi tidak demikian dengan Vincensius Billy Muliantara dan kawan-kawan, karena mereka tahu Sulsel menang lawan NTT yang otomatis memupus peluang Bali lolos ke PON XXI. Sangat menyesakkan lagi, gol penentu kemenangan Sulsel atas NTT terjadi saat pertandingan tersisa 3 menit menjelang peluit panjang.

Kalah Materi
Tanda-tanda kegagalan tim sepakbola Bali sebenarnya sudah terlihat saat laga kedua melawan NTT. Betapa tidak, saat Bali berusaha menburu poin penuh pasca laga perdana ditahan Sulsel tanpa gol, hasilnya berbanding terbalik dari harapan. NTT yang bermain 10 orang sejak menit 9, justru berhasil mempermalukan Bali dengan skor 1-0.

NTT dengan kemenangan 1-0 itu akhirnya terbang lebih cepat menggapai tiket PON walau dalam satu pertandingan sisanya melawan Sulsel kalah. Sebaliknya, Bali dengan kekalahan atas NTT menjadikan posisinya di ujung tanduk.

Usai laga melawan NTB, Pelatih Bali AA. Ketut Bramastra mengakui timnya kalah materi terutama dari Sulsel dan NTT. Karena itu, pria yang akrab disapa Gung Bram ini menerima kegagalan ini dengan lapang dada. ”Sementara pemain-pemain terbaik Bali terutama kelahiran 2003 sebagai persyaratan ikut BK PON, banyak terserap di Bali United,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan salah satu asisten manajer tim Bali, AA. Putu Sudirka Yoga Semadi yang lebih dikenal dengan sapaan Gung Civic. Menurutnya, BK PON (pra-PON) ini sebenarnya tugas Asprov PSSI Bali. Tetapi Askot PSSI Denpasar Ditunjuk oleh Asprov mewakili tim Bali karena Denpasar sebagai juara Porprov Bali 2022.

Hanya, ia sangat menyayangkan pihak Asprov PSSI Bali terlalu lepas tangan begitu saja. ”Yang jelas, kami sudah melakukan yang terbaik. Anak-anak juga sudah berjuang semaksimal mungkin, tetapi hasil belum sesuai dengan harapan,” ucap Gung Civic.

Sebagai catatan, ini sudah dua kali secara beruntun, tim sepakboa Bali gagal lolos ikut multi even olahraga empat tahunan ini. Sebelumnya gagal lolos ke PON Papua dan kini PON XXI 2024. Ironisnya, kedua kegagalan itu terjadi di kandang sendiri, dimana seharusnya kesempatan menjadi tuan rumah itu bisa dimanfaatkan secara maksimal. yes

Klasemen Akhir Grup D

1.NTT    3 2 0 1 5-2 6
2.Sulsel 3 1 0 2 2-1 5
3.Bali   3 1 1 1 4-4 4
4.NTB    3 0 1 2 3-7 1

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.