BULELENG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, mengakibatkan tebing setinggi 6 meter yang berada di belakang gedung SDN 6 Tamblang, longsor pada Kamis (4/3/2021) sekitar pukul 14.00. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, hanya saja senderan rumah warga tertimpa material longsor.
Senderan yang tertimpa material longsor adalah senderan rumah milik Gede Sumerta Wibawa (33) yang posisinya di bawah tebing. Tampak pada Jumat (5/2) pagi, tebing yang longsor tersebut kini ditutupi terpal oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng.
Penutupan menggunakan terpal itu dilakukan, karena dikhawatirkan jika terjadi hujan deras akan menimbulkan longsor susulan. Mengingat, di atasnya masih terdapat gedung kelas VI SDN 6 Tamblang yang rawan amblas saat terjadi hujan.
Menurut penuturan Sumerta, sebelum terjadi longsor, hujan deras sempat mengguyur wilayah tersebut. Tiba-tiba saja tebing yang ada di belakang gedung SDN 6 Tamblang amblas. Saat itu, empat anaknya dan istrinya sedang berada di dalam rumah menonton televisi. Dan material longsoran tidak menimpa rumahnya.
Hanya saja, senderan rumahnya ikut tertimpa material dan menutup akses jalan keluar masuk rumah milik mereka. ‘’Saya tidak bisa keluar masuk, karena jalan tertimbun. Ya, makanya harus buat tangga dari bawah agar bisa keluar dari rumah. Motor saya titipkan di kerabat,’’ kata Sumerta Jumat (4/3).
Sumerta yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini mengaku, untuk sementara waktu mengungsi bersama keluarganya di rumah pamannya saat malam hari. Sebab, dirinya khawatir akan terjadi longsor susulan jika terjadi hujan.
Sumerta berharap, agar mendapatkan bantuan untuk memperbaiki senderan rumahnya yang rusak. Selain itu, pelinggih-nya juga tak luput dari terjangan material longsoran. ‘’Senderan sepanjang 2,5 meter amblas, pelinggih-nya kena. Kalau dihitung semuanya bisa merugi sampai Rp15 juta,’’ sebut Sumerta.
Salah seorang guru yang bertugas SDN 6 Tamblang, Made Sujana tak menampik jika tebing di belakang ruang kelas VI belum disender. Kata dia, rencananya tebing tersebut akan disender tahun lalu. Namun karena pandemi Covid-19 sehingga batal dilaksanakan.
‘’Nanti dari Disdikpora berkordinasi dengan BPBD Buleleng untuk perbaikan terhadap tebing yang menimpa permukiman warga. Katanya pihak Disdikpora akan ke lokasi meninjau, apakah diperbaiki oleh Dinas Pendidikan atau BPBD Buleleng,’’ ucap Sujana.
Di kesempatan terpisah, Sekertaris BPBD Buleleng, Wayan Duala, mengaku, sudah melakukan asesment terhadap longsor yang terjadi di Dusun Tangkid, Desa Tamblang. Hanya saja, pihak sekolah sudah berkoordinasi ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng untuk perbaikannya.
‘’Jadi nanti perbaikannya itu akan dihendel Disdikpora Buleleng. Kami sudah turun ke lokasi, melakukan asesment dan memberikan terpal agar jangan sampai terjadi longsor susulan,’’ pungkas Duala. rik























