Teater Dirga Ungkap Pentingnya Menjaga Ibu Pertiwi, Sukses Raih Juara I

  • Whatsapp
TIM Teater Dirga foto bersama Kepala SMPN 6 Denpasar, Ni Nyoman Suci. Foto: Putra Sasmitha
TIM Teater Dirga foto bersama Kepala SMPN 6 Denpasar, Ni Nyoman Suci. Foto: Putra Sasmitha

PERTUNJUKAN seni teater modern ini tak hanya menarik, tetapi juga sarat pesan. Meski pemainnya tergolong masih belia, mereka mampu menyajikan sebuah peran yang sesuai dengan naskah serta tuntutan sang sutradara. Setiap adegan yang memaparkan lakon dikemas apik, sehingga pesan yang ingin disampaikan kepada penonton begitu jelas.

Maka, wajar pertunjukan teater berjudul “Desaku Rumahku” itu terpilih sebagai juara I. Demikian gambaran pentas teater (operet) yang dibawakan teater Dirga SMPN 6 Denpasar pada lomba teater yang digelar serangkaian memeriahkan HUT ke-232 Kota Denpasar.

Bacaan Lainnya

Dalam lomba seni itu, Teater Dirga berhasil menjuarai beberapa kategori, di antaranya predikat sutradara terbaik yang diraih Ni Komang Tri Indah Putri, aktor terbaik Gede Purbawiangga, dan aktris terbaik Ni Komang Vida. “Kami senang bisa meraih juara I,’’ kata Sutradara Ni Komang Tri Indah Putri didampingi pembina Ni Ketut Suastini, S.Pd., dan Kepala SMPN 6 Denpasar, Dra. Ni Nyoman Suci, S.Pd., Senin (2/3/2020).

Saat itu, Teater Dirga mengangkat cerita sebuah desa yang sangat indah. Tanpa disangka, keindahan desa itu dilirik investor dari Jepang yang ingin membeli tanah di desa itu untuk membangun hotel.

Baca juga :  Kunjungan ke Puskesmas di Bangli Melonjak

Klian adat yang diperankan oleh Yogi Putra tidak setuju dengan kedatangan investor tersebut, karena menurutnya dapat merusak keindahan desa. Sang investor pun tak terima dan bersikeras untuk mendapatkan lahan di desa tersebut. Aksi tak terpuji pun dilakukan dengan cara menculik anak klian adat dengan tujuan agar klian adat itu menyetujui keinginan dari investor tersebut.

Tapi klian adat tetap bersikukuh tak melepas tanah di desa itu berpindah tangan kepada investor. Argumen pun terjadi. Sampai akhirnya anak klian adat itu diselamatkan oleh tiga orang pemuda dari desa itu. Akhirnya, putrinya klian adat itu selamat, dan investornya akhirnya minta maaf dan kembali ke negarinya.

Operet berdurasi berdurasi sekitar 31 menit ini memberi kesan positif agar generasi muda tetap melestarikan alam. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming uang. Sebagai generasi penerus, harus mampu mempertahankan ibu pertiwi. Jangan sampai ibu pertiwi kita habis dan berubah fungsi dari pertanian menjadi beton bertingkat.

Keberhasilan meraih juara I menjadi obat lelah bagi tim Teater Dirga. Setidaknya untuk tampil prima di lomba ini, Teater Dirga menyiapkan proses latihan selama dua minggu. Sebelumnya, Teater Dirga juga monerahkan prestasi juara II operet serangkaian HUT Margarana, dan juara III di Topenk Party di SMAN 2 Denpasar. 

Rasa bangga dan gembira juga diterpancar dari Kasek Nyoman Suci. Dengan senyum mengembang, Kasek Nyoman Suci menerima piala dari siswa yang sebelumnya diserahkan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat puncak HUT ke-232 Kota Denpasar.

Baca juga :  ODP di Denpasar Meningkat, Pemkot Kembali Ingatkan Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

‘’Kami bangga dengan semangat anak-anak berlatih, sehingga Teater Dirga selalu aktif dalam setiap ajang pentas seni. Dan, hasil yang dicapai sangat luar biasa,’’ papar Nyoman Suci. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.