Tantangan Keuangan Daerah Kian Sulit, Mori Ingatkan Farin dan Yek Agil Fokus Kerja

MORI Hanafi (kiri) dan Abdul Hadi, dua wakil ketua DPRD NTB yang diganti partainya masing-masing. Foto: ist
MORI Hanafi (kiri) dan Abdul Hadi, dua wakil ketua DPRD NTB yang diganti partainya masing-masing. Foto: ist

MATARAM – Mantan Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, minta Nauvar Furqoni Farinduan selaku penggantinya untuk fokus bekerja dalam mengawal jalannya pelaksanaan APBD NTB tahun 2022. Tantangan ke depan makin banyak dan besar, ditambah situasi keuangan daerah yang masih sulit, itulah soalnya.

“Keadaan keuangan Provinsi NTB sedang tidak sehat, karena itu butuh ekstra kehati-hatian, butuh kerja keras dalam mengatasi kesulitan ini. Kondisi ini bukan hanya dirasakan wilayah NTB, tapi secara nasional,” pesan Bendahara DPD Partai Gerindra NTB itu, Rabu (4/5/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut Mori, sebagai kolega sesama kader Gerindra yang dinilai senior, dia siap memberi bimbingan kepada juniornya, Farin Farinduan. Termasuk kepada pimpinan dewan yang baru, Yek Agil, sebagai pengganti Abdul Hadi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Yang baru, baik dari Fraksi Gerindra dan PKS, untuk betul-betul bisa bekerja lebih keras,” pintanya.

Disinggung banyaknya pujian untuk dia karena mampu memimpin sidang PAW diri sendiri, Mori memilih merendah dan mengklaim apa yang dilakukan bukan hal luar biasa. “Memang giliran saya yang memimpin (sidang), nggak ada yang istimewa kok,” kelitnya disertai gelak tawa.

Mori menilai pergantiannya sebagai proses lumrah dan biasa dalam partai politik. Sebagai salah satu kader terbaik partai, maka keputusan partai seharusnya ditaati. “Saya juga harus berikan contoh, apa pun keputusan itu harus dijalankan dengan baik. Makanya saya tidak mau menanggapi, terpenting tetap kita buktikan bahwa kita adalah kader partai dan jalankan amanat-amanat itu dengan baik,” tegas Mori.

Baca juga :  Nanoe Biroe: Musik sebagai Media Pelayanan kepada Masyarakat

Kepada konstituennya di wilayah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu, Mori mengajak untuk tidak terlalu reaktif menyikapi dinamika penggantiannya. Hanya, dia tidak memungkiri ekspresi tidak terima atau tidak suka dengan penggantiannya itu juga merupakan hal lumrah terjadi.

Ndak usah terlalu didramatisir. Biarlah, mungkin ini hanyalah masalah waktu, secara alami akan mereda dengan sendirinya,” kata Mori kalem.

Di sisi lain, Mori memandang pergantian pimpinan DPRD NTB membuat bebannya sedikit berkurang. Dia kini bisa lebih fokus sebagai Ketua KONI NTB dan Ketua PSSI NTB. “Ini masih berproses ya hingga dua bulan ke depan. Artinya, secara de facto saya masih jadi pimpinan DPRD hingga pelantikan,” ungkap dia.

Pada sidang paripurna, Kamis (28/4/2022), jiwa besar Mori Hanafi memimpin sidang pergantian dia selaku Wakil Ketua DPRD NTB, menuai pujian sejumlah politisi koleganya.

“Saya kagum dan bangga dengan saudaraku, Mori Hanafi, yang telah menunjukkan jiwa besar dan ketokohannya. Kesanggupan memimpin sendiri sidang untuk pemberhentian dirinya dari wakil ketua, sungguh sangat luar biasa, dan menginspirasi saya memahami banyak hal yang tidak pernah terduga dalam hidup ini,” puji anggota Fraksi Demokrat DPRD NTB, TGH Mahalli Fikri, usai sidang paripurna. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.