DENPASAR – Di tengah cuti bersama Lebaran, guru SMP Widya Sakti Denpasar tetap semangat meningkatkan kualitas diri. Sejak Rabu (4/5/2022), 36 guru dan 13 pegawai SMP Widya Sakti Denpasar dikumpulkan mengikuti workshop Implementasi Kurikulum Merdeka bertema ‘’Pengimplementasian Kurikulum Merdeka Belajar Menuju Indonesia Maju di SMP Widya Sakti Denpasar”.
Agenda workshop dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., dihadiri Ketua Yayasan Widya Sakti, I Nyoman Wita, SH., MH.
Kepala SMP Widya Sakti Denpasar, Drs. I Wayan Nendra, S.Pd., mengungkapkan workshop yang diselenggarakan hingga Sabtu (7/5/2022), menghadirkan narasumber dari kepala sekolah penggerak dan pengawas sekolah. Dia menegaskan, Kurikulum Merdeka menekankan pada pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat.
Hanya saja persiapan penggunaan kurikulum ini harus lebih dimatangkan, termasuk masih peningkatan SDM untuk melaksanakan kurikulum ini. Untuk itu, workshop ini mewajibkan guru melaksanakan kurikulum ini sesuai tujuan yang diharapkan.
Dengan demikian, guru mampu membuat modul pembelajaran dan komitmen kerja, serta profesionalisme guru di SMP Widya Sakti Denpasar. Sekaligus gurunya mampu menerapkan Kurikulum Merdeka dengan kelebihan yang paling mencolok dari penerapan kurikulum ini adalah adanya proyek tertentu yang harus dilakukan oleh para peserta didik sehingga dapat membuat mereka menjadi lebih aktif dalam upaya mengeksplorasi diri. Selain itu, kurikulum ini juga lebih interaktif, menyenangkan, dan relevan mengikuti perkembangan zaman.
Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengapresiasi kerja cepat dan semangat meningkatkan mutu pendidikan lewat workshop Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan SMP Widya Sakti Denpasar. Menurut Wiratama, Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan Kemendikbudristek dalam mengatasi krisis pembelajaran yang diperparah adanya pandemi Covid-19.
Ia mengungkapkan bahwa dari agenda workshop ini para guru dan pegawai mendapatkan gambaran yang nyata dari kepala sekolah dan guru-guru yang telah melaksanakan atau mengimplementasikan kurikulum merdeka di sekolah penggerak. Sehingga pada tahun ajaran 2022/2023 mendatang SMP Widya Sakti Denpasar sudah siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Ia juga mendorong kepala sekolah dan guru di satuan pendidikan dalam memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar. Platform tersebut menjadi media pembelajaran yang akan “mendampingi” pendidik dan tenaga kependidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.
‘’Platform ini juga akan membantu guru melakukan analisis diagnostik literasi dan numerasi dengan cepat sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan pengembangan peserta didik,’’ ucapnya menandaskan. tra























