Tak Pakai Masker, Pengunjung Pasar Petang Didenda Rp100 Ribu

  • Whatsapp
SIDAK prokes oleh tim gabungan di Pasar Petang. Foto: ist
SIDAK prokes oleh tim gabungan di Pasar Petang. Foto: ist

MANGUPURA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung kembali berlakukan denda bagi pelanggar protokol kesehatan. Seperti yang diterapkan pada salah seorang pengunjung Pasar Petang di Desa/Kecamatan Petang, Kamis (26/11/2020). Yang bersangkutan kedapatan tidak memakai masker saat tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) protokol kesehatan di pasar tersebut.

“Padahal sudah beberapa kali kami turun ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat mengenai penerapan protokol kesehatan (prokes). Namun tetap ada saja yang melanggar, jadi langsung kami kenakan denda,” tegas Kasatpol PP Kabupaten Badung IGAK Suryanegara.

Bacaan Lainnya

Menurut Suryanegara, sebetulnya dalam sidak yang melibatkan unsur TNI/Polisi, Dishub, dan BPBD, Diskes itu menjaring sebanyak lima pelanggar. Tetapi hanya satu orang yang dikenakan denda. “Untuk yang empat orang lainnya hanya diberikan pembinaan lantaran tidak memakai masker dengan benar,” katanya.

Mantan Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Badung, itu lebih lanjut menjelaskan, pemberlakuan denda bagi para pelanggar mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 52 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

Baca juga :  Pemerintah Luncurkan Situs Resmi Informasi COVID-19

Untuk sanksi administratif bagi perorangan dalam Pasal 11 ayat (1) salah satunya disebutkan membayar denda administratif sebesar Rp100 ribu bagi yang tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas dan berkegiatan di luar rumah. Sedangkan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang tidak menyediakan sarana pencegahan Covid-19, dikenakan sanksi membayar denda administratif sebesar Rp1 juta.

“Sidak prokes terus akan kami gencarkan, tidak hanya di wilayah Kecamatan Petang, melainkan juga di daerah lain. Harapannya supaya masyarakat sadar pentingnya mengikuti prokes dalam kehidupan sehari-hari,” kata Suryanegara.

Ia mengimbau agar masyarakat menaati prokes yang telah ditentukan oleh pemerintah. Bagi perorangan diwajibkan untuk menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya. Mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dengan air mengalir dan atau menggunakan cairan penyanitasi tangan (hand sanitizer). pembatasan interaksi fisik (physical distancing).

Sedangkan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum wajib melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan penggunaan berbagai media informasi untuk memberikan pengertian dan pemahaman mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19. Penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun yang mudah diakses dan memenuhi standard dan/atau penyediaan cairan pembersih tangan. Upaya identifikasi (penapisan) dan pemantauan kesehatan bagi setiap orang yang akan beraktivitas di lingkungan kerja dan fasilitas umum. Menyediakan petugas pengukur suhu tubuh (thermo scanner) dengan jumlah yang disesuaikan dengan kapasitas. Upaya pengaturan jaga jarak. Pembersihan dan desinfeksi lingkungan secara berkala. nas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.