POSMERDEKA.COM, KLUNGKUNG – Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, memimpin rapat paripurna penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama KUA PPAS Induk tahun 2024, di Sabha Nawa Natya, DPRD Klungkung, Senin (7/8/2023). Rapat dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Klungkung, dan dari eksekutif hadir Wakil Bupati Made Kasta.
Kasta melaporkan, Belanja Daerah tahun 2024 yang merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Tahun 2024-2026, diprioritaskan memenuhi prioritas pembangunan daerah.
Sasarannya untuk pembangunan infrastruktur yang mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan manusia berbudaya melalui peningkatan kualitas pendidikan kesehatan dan daya saing SDM, dan penanggulangan kemiskinan dan pembangunan perekonomian untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu untuk percepatan reformasi birokrasi guna mewujudkan birokrasi yang santun, berintegritas, akuntabel, responsif dan inovatif.
Dalam rangka mencapai prioritas pembangunan daerah, sambungnya, Belanja Daerah diformulasikan ke dalam program, kegiatan dan subkegiatan dengan sasaran, indikator kinerja dan target kinerja yang terukur yang rasional.
Dari sisi Pembiayaan Daerah, tahun 2024 penerimaan pembiayaan terutama dalam rangka menutupi defisit, direncanakan dari perkiraan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya. Dari sisi pengeluaran pembiayaan, dirancang pengeluaran untuk pembayaran cicilan pokok utang pinjaman PEN.
Lebih lanjut diutarakan, struktur APBD yang terdiri dari Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan Daerah dalam KUA dan PPAS 2024 yang disepakati bersama, secara garis besar dapat disampaikan sebagai berikut.
Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp1,39 triliun lebih, meningkat sebesar Rp190 miliar lebih dibandingkan APBD 2023 sebesar Rp1,20 triliun lebih.
Untuk Belanja Daerah sebesar Rp1,6 triliun lebih, meningkat sebesar Rp212 miliar lebih dibandingkan APBD 2023 sebesar Rp1,39 triliun lebih.
“Pembiayaan Daerah yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp211 miliar lebih, meningkat sebesar Rp28 miliar lebih dibandingkan APBD 2023 sebesar Rp183 miliar lebih. Sementara Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp6,9 miliar lebih,” pungkasnya. baw























