Tanaman Kopi di Bangli Diserang Jamur, Petani Diminta Atur Jarak Tanam

DINAS Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli menindaklanjuti keluhan petani di Desa Belancan, Kintamani. Petani setempat menyebut tanaman kopinya diserang penyakit. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Daerah Kecamatan Kintamani di Bangli merupakan penghasil kopi terbesar di Bangli. Agar petani tidak merugi karena banyak serangan jamur, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli menindaklanjuti keluhan petani di Desa Belancan, Kintamani. Petani setempat menyebut tanaman kopinya diserang penyakit, dan mengadukan hal ini melalui Pengaduan 24 Bangli Era Baru.

Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma, didampingi PPL Desa Belancan, Rabu (29/5/2024) mengatakan, begitu keluhan petani muncul, dia langsung menugaskan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Belancan, I Made Gustawan, untuk turun ke lapangan.

Read More

Gustawan mengaku langsung mengecek tanaman kopi warga Desa Belancan. Dia juga mengambil sampel, dan dibawa ke Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali. “Hasil pengecekan di lab, tanaman kopi di Desa Belancan kena serangan jamur. Balai Perlindungan Tanaman langsung memberi pengobatan ke lapangan,” ucap Gustawan.

Menurutnya, serangan jamur pada kopi memang hal biasa. Hal ini karena tanaman terlalu lembap akibat kurang sinar matahari, selain dampak kurang diaturnya jarak penanaman.

Menimbang faktor itu, dia selaku PPL mengimbau petani agar mengatur jarak penanaman kopi. “Dengan pengaturan jarak penanaman, maka penyebaran penyakit tanaman bisa diminimalisir dan banyak mendapat sinar matahari,” sarannya.

Lebih lanjut disampaikan, usai penanganan yang dilakukan Dinas PKP Bangli dan BPTHPBun Bali, serangan jamur pada tanaman kopi milik warga Desa Belancan bisa dikurangi.

“Kami terus melakukan pemantauan pada tanaman yang terserang penyakit. Astungkara, luas tanaman yang diserang belum begitu luas, karena begitu ada keluhan petani kami langsung bertindak untuk mengatasi,” pungkasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.