Tanam Pohon Jadi Penanda Penutupan Masa Kampanye, Ngurah Ambara Tak Hadir

  • Whatsapp
IGN Jaya Negara (kanan) duduk lesehan dan berbincang akrab dengan Bagus Kertha Negara sebelum acara penutupan masa kampanye dimulai, Sabtu (5/12/2020). Foto: hen
IGN Jaya Negara (kanan) duduk lesehan dan berbincang akrab dengan Bagus Kertha Negara sebelum acara penutupan masa kampanye dimulai, Sabtu (5/12/2020). Foto: hen

DENPASAR – Berakhir sudah masa kampanye Pilkada 2020, Sabtu (5/12/2020). Untuk di Denpasar, penanaman pohon kelapa di areal Pura Sakenan, Pulau Serangan, Densel menjadi penanda penutupan masa kampanye. Sayang, dalam acara itu calon Wali Kota dari paslon Amerta, Ngurah Ambara Putra, tidak hadir.

Ketidakhadiran Ambara baru diketahui menjelang acara dibuka sekitar pukul 15.15. Bagus Kertha Negara selaku kandidat Wakil Wali Kota dari paslon Amerta tiba duluan di lokasi. Tak lama berselang datang paslon IGN Jaya Negara-Agus Arya Wibawa bersama rombongan kecil. Bersamaan juga tiba Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf. I Made Alit Yudana; dan Wakapolresta Denpasar, AKBP I Wayan Jiartana. Begitu masuk areal pura, Jaya Negara berjalan menuju Kertha Negara yang duduk di depan areal persembahyangan.

Bacaan Lainnya

Swastiastu Turah,” sambut Sting, sapaan akrab Kertha Negara, sambil menjura kepada Jaya Negara. Yang disapa membalas takzim dan duduk lesehan di sebelah Sting. Ketika Jaya Negara menanyakan Ambara, Sting menjawab sedang dalam perjalanan. “Coba telepon Pak Ngurah sudah sampai mana,” rayu Jaya Negara, dan direspons Sting dengan mengontak Ambara.

Tak lama kemudian ekspresi Sting yang semula ceria, berubah mendung ketika mendengar jawaban di ujung telepon. Menutup pembicaraan, dia menyebut Ambara tidak bisa hadir karena “ada agenda lain”. Jaya Negara hanya manggut-manggut menyimak, dan berkata, “Nggih, kita mulai saja kalau begitu,” sahutnya kalem.

Baca juga :  PPS Denpasar Tak Gentar Kerja, Harap Ditunda Jika Terpaksa

Usai sembahyang bersama, Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, berujar akhir masa kampanye adalah awal tenang selama tiga hari bagi pemilih memantapkan langkah mencoblos sesuai pilihan hati di TPS. Bagi paslon, masa tenang adalah periode memberi makna pada kehadiran dalam kontestasi. Ini tidak hanya berarti kemenangan, tapi kesediaan ngayah lascarya (bekerja ikhlas) memenangkan hati warga Kota Denpasar.

“Bagi penyelenggara, ini adalah titik kritis mengawal suara dan mengonversi menjadi sebuah nilai akhir pilihan. Yang terbaik tidak selalu dapat dicapai indra, yang mulia adalah pilihan tersedia bagi semua,” ucapnya seraya berterima kasih masa kampanye berjalan damai, sejuk, dan mencerdaskan.

Usai penanaman pohon oleh undangan dan paslon, dilanjutkan pencabutan umbul-umbul paslon sebagai simbol berakhirnya masa kampanye, dan sesi foto bersama.

Terkait tidak hadirnya Ambawa, Ketua Tim Pemenangan Amerta, I Wayan Mariyana Wandhira, mengatakan, Ambara pada saat itu bersamanya simakrama dengan masyarakat di daerah Peguyangan, Denpasar Utara. Dia mendaku sesungguhnya akan hadir di acara yang digagas KPU itu, tetapi masyarakat yang hadir di acara simakrama berharap Ambara memaparkan program kerjanya. Sejumlah pertanyaan warga juga mesti dijawab agar jelas.

“Saat saya mau berangkat ke lokasi, diinfokan acara sudah mulai setengah jalan. Waktu tidak mungkin terkejar, makanya kami tidak bisa hadir,” tutur Wakil Ketua DPRD Denpasar tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.