BANGLI – Jalur Kintamani-Singaraja, khususnya dari wilayah Polsek Kintamani ke arah utara, terbilang sangat rawan bencana pohon tumbang dan tanah longsor.
Hal itu mengingat di kanan dan kiri jalan terdapat tebing yang ditumbuhi kayu hutan berumur tua. Sementara Selasa (14/12/2021, pohon besar tumbang dan melintang di jalan, meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Camat Kintamani, I Ketut Erry Soene Putra, Kamis (16/12/2021) mengatakan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah papan peringatan zona rawan bencana dipasang di sejumlah titik.
“Sesuai pengalaman dari tahun ke tahun, di jalur ini kerap terjadi bencana pohon tumbang dan tanah longsor. Maklum topografinya berbukit dan banyak kayu hutan,” ucap birokrat asal Desa Kedisan, Kintamani itu.
Terkait kondisi itu, dia mengimbau warga dan pemakai jalan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Apalagi cuaca ekstrem belakangan sering terjadi, karena itu kewaspadaan wajib diperlukan.
Dia menguraikan, beberapa pekan terakhir di ruas jalan Kintamani-Singaraja atau jalur Penelokan-Besakih terjadi sejumlah titik bencana.
Seperti pada Senin (13/12/2021), sebatang pohon cukup besar di utara Penulisan sebelum pertigaan Lampu, Kintamani tumbang mengarah ke jalan raya. Rabu (15/12) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita, longsor disertai pohon tumbang terjadi wilayah di Desa Sukawan, Kintamani.
“Untuk antisipasi bencana itu, kami selalu adakan koordinasi dengan Polsek Kintamani, Koramil, BPBD dan mandor jalan Provinsi. Karena kejadian di jalur milik Provinsi, kami juga koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Bali,” pungkasnya. gia
























