13 Dusun di Desa Nongan Krisis Air Bersih

  • Whatsapp
HAMPIR dua bulan terakhir ini warga 13 dusun di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem mengalami kesulitan air bersih. Foto: ist

KARANGASEM – Hampir dua bulan terakhir ini warga 13 dusun di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem mengalami kesulitan air bersih. Kondisi itu terjadi lantaran saluran pipa air PDAM ke rumah-rumah warga putus tergaruk alat berat proyek drainase, yang sedang berlangsung di sepanjang jalan raya yang melintasi Nongan.

Perbekel Nongan, I Wayan Daging, Rabu (15/12/2021) membenarkan adanya kesulitan air bersih yang dialami warga. Dia mengatakan, masalah itu terjadi hampir dua bulan sejak proyek drainase mulai berlangsung. “Pipa air minum yang mengalir ke rumah warga kami banyak yang terputus, sehingga aliran air PDAM jadi mati,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dari 14 dusun atau banjar dinas di desanya, 13 dusun pasokan airnya bermasalah. Karena terlalu lama, warga jadi resah dan terpaksa berjuang sendiri mencari air bersih di sungai dan beberapa sumber mata air yang ada. Hanya, untuk mendapat air itu, mereka harus berjalan kaki lebih dari satu kilometer.

“Kami sudah minta pihak kontraktor menyambung kembali pipa PDAM yang putus. Tapi yabegitu, sekarang disambung, hidup semalam, besoknya air sudah mati lagi. Sampai sekarang warga kami di 13 dusun mengalami kesulitan air bersih,” keluhnya.

Baca juga :  FIFA Matchday: Batal Lawan Banglades, Ini Tiga Negara Calon Lawan Timnas Indonesia

Dia menguraikan, masalah ini dilaporkan ke Pemkab Karangasem, dan beberapa waktu lalu Sekda I Ketut Sedana Merta sempat turun untuk mengecek dan mencarikan solusi.

Plt. Kadis PUPR Karangasem yang juga Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Giri Tohlangkir (PDAM), I Nyoman Sutirtayasa, Kamis (16/12/2021) menjelaskan, dia sebenarnya sudah mencarikan solusi untuk menangani masalah itu.

Menurutnya, memang proyek drainase di Rendang, yakni dari Desa Menanga hingga ke Desa Nongan telah mengakibatkan pipa PDAM Perumda Giri Tohlangkir putus akibat tergaruk alat berat.

“Masalahnya, kontraktor pelaksana tidak mau mengeluarkan pipa dan memperbaiki pipa PDAM yang putus. PDAM Perumda Giri Tohlangkir juga kesulitan untuk pengadaan pipa, karena itu tidak dianggarkan. Nah, kalau begini kan sulit? Ya sampai kapan pipa itu akan putus dan diperbaiki?” lontarnya.

Lebih jauh dipaparkan, dia juga menyampaikan ke PDAM untuk melakukan pengadaan peralatan pipa yang diperlukan. Yang terpenting, kata dia, bagaimana masyarakat bisa terlayani dengan baik, dan kesulitan air bersih akibat putusnya pipa PDAM itu bisa segera teratasi.

“Nggak usah takut sepanjang itu sesuai dengan kenyataan. Kan kenyataannya ada pipa yang putus dan harus diperbaiki,” tegasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.