Sampah Menumpuk dan Banjir, Program NTB Zero Waste Dinilai Gagal

  • Whatsapp
ANGGOTA DPR RI, Rachmat Hidayat, saat menghadiri sidang paripurna istimewa HUT ke-63 NTB, Kamis (16/12/2021). Foto: rul
ANGGOTA DPR RI, Rachmat Hidayat, saat menghadiri sidang paripurna istimewa HUT ke-63 NTB, Kamis (16/12/2021). Foto: rul

MATARAM – Anggota DPR RI, Rachmat Hidayat, menilai program NTB Zero Waste yang diprogramkan Pemprov NTB sangat jauh dari harapan. Alasannya, persoalan sampah yang kini menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap di berbagai wilayah, dipicu manajemen pengelolaan Pemprov sangat amburadul. Terjadinya banjir bandang yang kini masif juga dipicu rehabilitasi lahan hutan, yang masuk dalam rangkaian program Zero Waste, tidak berjalan dengan baik.

“Bagaimana mau gemilang soal Zero Waste ini jika pengelolaan programnya amburadul?” sindir Rachmat usai menghadiri sidang paripurna istimewa DPRD NTB dalam rangka HUT ke-63 NTB di kantor DPRD NTB, Kamis (16/12/2021).

Bacaan Lainnya

Ketua DPD PDIP NTB itu menguraikan, keberhasilan sebuah program bisa dilihat dari cara kerjanya yang terukur, serta adanya koordinasi yang baik dengan pemda kabupaten/kota. Namun, dalam program Zero Waste ini, justru terlihat kewenangan pemda kabupaten/kota dalam mengelola sampah diambil seluruhnya oleh Pemprov NTB. “Kesimpulan saya, dari sejumlah program unggulan Pemprov NTB, khusus Zero Waste, ini gagal,” tudingnya.

Terkait program unggulan lainnya, dia mendaku belum pada tahap menyimpulkan. Alasannya, program itu masih berjalan, antara lain soal industrialisasi. Rachmat berkata pada saatnya nanti dia akan berbicara untuk mengevaluasinya, berhubung sekarang masih melihat program unggulan itu dahulu; belum ke tahap menyimpulkan. “Kecuali Zero Waste yang memang nyata dan dirasakan langsung rakyat sudah banyak keluhan, tapi enggak ada solusi yang dilakukan,” lugasnya.

Baca juga :  Tabanan Luncurkan Pengujian Kendaraan Bermotor Secara BLUe

Rachmat justru mengapresiasi Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, yang mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas program pembangunan yang diberikan kepada NTB sejauh ini. Dia berpandangan ucapan syukur kepada Presiden Jokowi harus berani diucapkan. “Itu tandanya kita bersyukur sebagai umat Islam, kalau enggak maka kita masuk kategori orang yang kufur nikmat,” sambungnya.

Dimintai tanggapan atas kritik itu, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, menghargai masukan sejumlah pihak terkait program NTB Zero Waste. Apalagi pengelolaan sampah di lokasi pengelolanya terkendala pasokan sampah organik dari pasar yang menjadi lokasinya. Dia mengajak semua pihak memahami bahwa soal sampah ini tidak bisa cepat dikerjakan.

“Semuanya butuh proses, tapi sejak adanya program ini kami mulai melakukan hilirisasi olah sampah dari rumah. Kalau saya, gerakan itu yang utama kita bangun terlebih dahulu pada masyarakat,” tangkisnya.

Fokus NTB Zero Waste, ulasnya, selain pemilahan sampah dari rumah, adalah bagaimana etalase NTB yakni di jalan utama, aliran sungai dan pantai tidak ada tumpukan sampah yang mengganggu pandangan siapa pun. “Tapi tahun 2022 tidak ada alasan lagi, semua yang kurang-kurang akan kami benahi kok,” janjinya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.