Tambahan Positif Covid-19 Melandai, tapi Masih Ada Warga Denpasar Langgar Prokes

  • Whatsapp
SALAH seorang pelanggar Prokes diberi sanksi push up saat Tim Yustisi menggelar operasi penertiban protokol kesehatan di jalan Pidada Raya, Kelurahan Ubung, Denpasar Utara, Rabu (2/6/2021). foto: ist

DENPASAR – Tambahan kasus positif covid-19 di Kota Denpasar terus melandai dalam beberapa hari terakhir ini. Tapi dibalik itu, masih saja ada warga Denpasar yang melanggar protokol kesehatan (prokes) saat beraktivitas di luar rumah. Kok bisa?

Buktinya, Rabu (2/6/2021), sedikitnya 16 orang pelanggar prokes terjaring Tim Yustisi Kota Denpasar yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri, saat menggelar operasi penertiban protokol kesehatan di jalan Pidada Raya, Kelurahan Ubung, Denpasar Utara.

Bacaan Lainnya

”Ya, kami berhasil menjaring 16 orang yang melanggar protokol kesehatan,” ujar Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga. ”Dari jumlah itu, 10 orang langsung didenda karena tidak menggunakan masker dan 6 orang diberikan pembinaan karena salah menggunakan masker,” imbuhnya.

Untuk memberikan efek jera, lanjutnya, dalam kesempatan itu, para pelanggar juga diberikan sanksi push up dan harus menadatangani surat pernyataan tidak melanggar kembali. “Jika dikemudian hari ditemukan melanggar lagi, maka mereka harus siap menerima tindakan lebih tegas,” Sayoga.

Untuk kebaikan bersama, tambah Sayoga, pihaknya tidak lelah dan akan terus mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar selalu mentaati protokol kesehatan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan.

Baca juga :  Perbaikan Drainase, Jalan Raya Bedulu Ditutup Sehari

Dengan operasi penertiban secara rutib ini, pihaknya mengharapkan penularan covid-19 dapat dikendalikan. Mengingat kasus yang positif covid-19 saat ini masih terus ditemukan, walau dalam beberapa hari ini jumlahya mulai melandai. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.