Tambah 7 Pasien Covid-19 Tutup Usia, Bali Ranking Lima Nasional Kasus Meninggal Harian

  • Whatsapp

Kasus Terkonfirmasi Positif Bertambah 107, Pasien Sembuh Meningkat 125 Orang

DENPASAR – Angka kematian akibat covid-19 di Bali tampaknya belum juga terbendung. Kali ini, Kamis (8/10/2020) dilaporkan 7 pasien positif tutup usia meski sudah mendapat perawatan maksimal dari tim medis. Sementara itu, pasien yang sembuh tercatat 125 orang dan kasus positif baru bertambah 107 orang melalui transmisi lokal.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data harian yang disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Kamis (8/10/2020), tujuh (7) pasien positif transmisi lokal yang tutup usia dalam perawatan terjadi di empat kabupaten/kota dengan rincian Denpasar, Tabanan dan Gianyar masing-masing 2 orang serta Buleleng 1 orang.

”Dengan demikian, pasien positif covid-19 yang sudah meninggal di Bali secara kumulatif berjumlah 313 orang (3,21%) dengan rincian 311 WNI dan 2 WNA,” ujar Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Kamis (8/10/2020).

Kota Denpasar mengantongi kasus kematian tertinggi di Bali sebanyak 60 orang, disusul Gianyar (49), Karangasem (47) orang, Buleleng (45), Badung (36), Tabanan (30), Bangli (28), Klungkung (10) dan Jembrana 7 orang.

Angka kematian hari ini (7 orang), juga membawa Bali naik ranking lima nasional dalam daftar 20 provinsi yang melaporkan tambahan kasus meninggal harian. Secara nasional, sebanyak 108 pasien meninggal dimana Jawa Timur yang terbanyak 24 orang, disusul DKI Jakarta (17), Kalimantan Timur (11), Jawa Tengah (10), Bali (7), Sumatera Utara (7), Banten (5), Kalimantan Selatan (5), Jawa Barat (3).

Baca juga :  Waspadalah, Kasus Positif Covid-19 Makin Banyak dari OTG

Kabar baiknya, pasien positif covid-19 yang sembuh di Bali tetap stabil dalam sepekan ini hingga Kamis (8/10/2020), bahkan tingkat kesembuhannya selalu lebih tinggi dari tambahan kasus positif baru. Satgas Bali mencatat, pasien sembuh sebanyak 125 orang, berselisih 18 orang dari tambahan harian kasus positif baru sebanyak 107 orang.

Kali ini, Kota Denpasar mencatatkan jumlah harian pasien sembuh terbanyak 43 orang, disusul Badung (23), Buleleng (17), Jembrana (16), Tabanan (13), Klungkung (6), Gianyar (5) dan Karangasem (2). ”Dengan demikian, pasien positif covid-19 yang telah sembuh di Bali sebanyak 8.317 orang (85,22%) dengan rincian 8.292 WNI dan 25 WNA,” jelas Rentin.

Kemudian, delapan kabupaten/kota di Bali melaporkan kasus terkonfirmasi positif kecuali Jembrana. Rinciannya, Kabupaten Badung menjadi penyumbang terbanyak 28 orang, disusul Denpasar (26), Gianyar (19), Tabanan (10), Buleleng (8), Klungkung (7), Karangasem (7) dan Bangli (2).

”Secara kumulatif, kasus positif covid-19 di Bali hingga saat ini berjumlah 9.759 orang (9.730 WNI dan 29 WNA), yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini tercatat sebanyak 9.364 kasus,” ungkap Rentin yang juga Kalaksa BPBD Provinsi Bali.

Berdasarkan data tersebut di atas, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) berkurang 25 orang, menjadi 1.129 orang (11,57%) dengan rincian 1.128 WNI dan 1 WNA. Mereka menjalani perawatan tersebar di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Baca juga :  Warga Gianyar Bisa Buat SKCK dari Rumah, Begini Caranya!

Secara nasional, penambahan harian kasus berjumlah 4.850 orang. Sementara posisi Bali makin menjauh dari 10 besar, tepatnya di posisi 12, turun satu strip dari sehari sebelumnya sebagai provinsi penyumbang harian kasus positif covid-19. Sedangkan pasien sembuh harian secara nasional berjumlah 3.769 orang.

Terakhir, Made Rentin selalu mengingatkan sekaligus mengajak masyarakat Bali untuk meningkatkan disiplin melakukan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah. ”Karena, dalam upaya pencegahan covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Untuk menekan penyebaran virus ini sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan di Bali sesuai Pergub 46 yakni Rp100.000 bagi perorangan,dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Selain itu, dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19, pemerintah juga meminta keramaian dalam bentuk tajen di setiap Desa Adat harus dihentikan sementara. Termasuk semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan

”Jadi, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajaknya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.