POSMERDEKA.COM, MATARAM – Tahapan Pemilu 2024 kini memasuki fase krusial, yakni perbaikan dokumen persyaratan pendaftaran bakal calon anggota legislatif DPRD kabupaten/kota, Provinsi hingga DPR RI dari seluruh partai politik peserta Pemilu 2024.
Karena itu, Bawaslu Kota Mataram minta jajaran Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di enam kecamatan di wilayah setempat, bekerja lebih teliti dan solid. Pula mengedepankan kerja saling percaya satu sama lainnya.
“Dengan agenda tahapan yang sangat padat dan krusial, panwascam enggak boleh lagi kerja sendiri-sendiri atau ego sektoral. Makanya, kami terus melakukan pembinaan dan penguatan kelembagaan pada panwascam seperti saat ini,” ujar Ketua Bawaslu Mataram, Muhammad Yusril, saat membuka kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kota Mataram, Senin (10/7/2023).
Menurut Yusril, kerja kekompakan dan saling percaya antar-panwascam menjadi sangat penting dalam menyukseskan semua tahapan Pemilu 2024. Terutama hingga proses pungut hitung pada 14 Februari 2024 mendatang. Menurutnya, penyakit penyelenggara pemilu di semua tingkatan biasanya adalah kemalasan dalam menggarap pekerjaan yang bukan dari divisinya.
Terkait banyaknya pemilih milenial dan Gen Z di Kota Mataram yang mencapai 59 persen pada Pemilu 2024, Yusril mendaku lembaganya memiliki kerja sama berupa nota kesepakatan dengan sejumlah perguruan tinggi di Mataram. Muaranya adalah melibatkan kalangan mahasiswa untuk pengawasan partisipatif.
Sejumlah universitas yang sudah menjalani kesepakatan adalah Universitas Mataram (Unram), Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Universitas Muhammadiyah (Ummat) dan Universitas 45 Mataram.
“Kalau MoU (nota kesepakatan) sudah, tinggal kami tindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama, sehingga mahasiswa akan bisa masuk dalam bagian pengawasan partisipatif,” tegasnya.
Wadir III Politeknik Farma Husada, Dr. Alfisahrin, minta jajaran pengawas pemilu di semua tingkatan lebih mengedepankan kreativitas dan inovasi dalam mengawal tahapan Pemilu 2024. Apalagi DPT di Kota Mataram ada sekitar 59 persen pemilih masuk kategori milenial dan Generasi Z.
Menghadapi pemilih milenial dan Generasi Z, penyelenggara pemilu harus punya cara yang sesuai keinginan mereka. “Agar pemilih pemula ini mau datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilih mereka,” pesan Alfisahrin yang menjadi narasumber.
Menyikapi keterbatasan tenaga pengawas di Bawaslu Mataram, dia menyarankan sebaiknya pengawasan partisipatif dengan melibatkan kalangan perguruan tinggi lebih dimaksimalkan. Menurutnya, demokrasi kita selalu berakhir dengan kapitalis, yakni uang dan uang.
“Di situ kami sarankan penyelenggara pemilu harus menggandeng kalangan kampus bisa melibatkan sumber daya mahasiswa, untuk ikut masuk dalam pengawasan Pemilu 2024,” lugasnya menandaskan. rul























