POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Setelah pada pekan sebelumnya dipermalukan Persebaya Surabaya 1-3, Bali United kembali tumbang pada laga kandang. Kali ini, Serdadu Tridatu diterkam Macam Kemayoran -julukan Persija Jakarta, dengan skor 0-1, pada laga pekan ke-21 BRI Super League 2025-2026, di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (15/2/2026) malam.
Gol semata wayang Persija dicetak dari sundulan penyerang Gustavo Almeida. Kemenangan itu membuat Macan Kemayoran menghuni posisi ketiga klasemen sementara Super League dengan 44 poin.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi kado yang tak diinginkan bagi seluruh punggawa Serdadu Tridatu. Sebab pada 15 Januari menjadi ulang tahun Bali United ke-11. Dengan kekalahan dua kali beruntun di kandang, peringkat Bali United turun dua tangga ke posisi ke-10 dengan 28 poin.
Sejak kick off, Persija memang tampil dominan walau tanpa didampingi pelatih kepala Mauricio Souza, karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Mereka langsung menggempur pertahanan tim tuan rumah sejak awal laga.
Pada menit keenam, Gustavo lebih dulu mengancam lewat aksi individu setelah menerima umpan terobosan, namun tendangannya masih melebar dari gawang Bali United. Dua menit berselang, tepatnya menit kedelapan, umpan silang Maxwell berhasil disambut tandukan Gustavo yang tak mampu dihalau kiper Bali United, Mike Hauptmeijer. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
Bali United berupaya merespons. Pada menit ke-16, Kadek Agung melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung di atas mistar gawang Persija yang dikawal Andritany Ardhyasa.
Persija terus menekan. Sundulan Maxwell pada menit ke-21 memanfaatkan umpan Allano masih melebar. Dua menit kemudian, Alaaedine Ajaraie yang menerima bola panjang dari Jordi Amat juga gagal memaksimalkan peluang setelah tendangannya melambung.
Memasuki pertengahan babak pertama, dominasi permainan tetap dipegang Persija. Pada menit ke-34, Bruno Tubarao yang menerima umpan panjang Rizky Ridho sempat mengecoh pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan kaki kiri, namun bola kembali melebar. Jordi Amat turut mengancam pada menit ke-41 setelah menerobos ke dalam kotak penalti, tetapi sepakannya dapat diamankan kiper Bali United.
Memasuki babak kedua, Bali United mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun, peluang yang didapat belum membuahkan hasil. Persija kemudian memiliki peluang-peluang bagus. Tembakan Gustavo pada menit ke-61 masih dapat ditangkap Mike Hauptmeijer, sementara upaya Alaaedine pada menit ke-66 memanfaatkan umpan Maxwell juga melenceng.
Pelatih Persija Ricky Nelson melakukan tiga pergantian pemain pada menit ke-74 dengan memasukkan Mauro Zijlstra, Fajar Fathurrahman, dan Paulo Ricardo menggantikan Alaaedine Ajaraie, Bruno Tubarao, serta Gustavo Almeida.
Tekanan terus berlangsung hingga akhir laga. Pada menit ke-75, kemelut terjadi di mulut gawang Bali United, namun bola berhasil disapu pemain tuan rumah sebelum melewati garis. Tembakan lanjutan Allano masih dapat ditepis Mike Hauptmeijer.
Bali United memperoleh peluang emas pada masa tambahan waktu. Sundulan pemain pengganti Irfan Jaya memanfaatkan umpan silang Thijmen Goppel pada menit ke-98 berhasil ditepis Andritany dan menghasilkan tendangan sudut.
Tiga menit berselang, sepakan Kadek Arel yang mengenai pemain Persija kembali berbuah sepak pojok. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk keunggulan Persija tidak berubah.
Usai laga tersebut, Pelatih kepala Bali United FC, Johnny Jansen menjelaskan, para pemainnya sudah bekerja keras, setidaknya untuk menyamakan kedudukan. Sejumlah peluang didapatkan, namun tidak bisa menjadi gol.
“Ya, kami kalah 0-1 dari Persija, tapi situasinya memang sulit ketika kami kebobolan di awal laga. Para pemain sudah bekerja keras untuk menyamakan kedudukan dengan membuat beberapa peluang hanya memang gol di menit awal membuat situasi berbeda. Bagaimana pun saya tetap bangga dengan perjuangan para pemain hingga menit akhir,” jelas Coach Johnny yang lansir posmerdeka.com dari laman klub Bali United. yes























