Sulinggih Menambah Doa “Puja Stawa” Saat “Surya Sewana”, Hasil Paruman Pandita PHDI Bali

  • Whatsapp
KETUA PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Foto: ist
KETUA PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Foto: ist

DENPASAR – Menindaklanjuti Keputusan Paruman Pandita Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali tentang puja stawa pandita atau sulinggih saat pandemi Covid-19, Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., menginformasikan lima poin penting terkait hasil keputusan paruman yang ditetapkan pada 30 April 2020 tersebut.

Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa ini menyebutkan, keputusan pertama berbunyi bahwa rasa bhakti umat Hindu terhadap Ida Bhatara/Bhatari, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sudah diwujudkan dengan atur-aturan sake sidan, sesuai arahan PHDI Provinsi Bali bersama  Majelis Desa Adat Provinsi Bali, beserta Gubernur Provinsi Bali.

Bacaan Lainnya

Kedua, bahwa oleh karena ancaman pandemi Covid-19 ini belum menunjukkan gejala untuk berakhir, Paruman Pandita PHDI Provinsi Bali matur jagra winungu ring Ida Pandita, nunas mangde duk Ida Munggah Surya Sewana, ledang Ida Ratu ngewewehin antuk Puja Stawa.

‘’PHDI Provinsi Bali momohon kepada pandita atau sulinggih pada saat Purnama (7 Mei 2020) dan disaat melakukan upacara surya sewana agar menambahkan doa puja stawa-nya dengan doa akasa stawa, teja stawa, pratiwi stawa, bayu stawa, dan agni stawa,’’ mohon Prof. Sudiana, seraya menjelaskan, doa puja stawa ini dilakukan agar secara niskala pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

Baca juga :  Stop Transmisi Lokal, GTPP Covid-19 Denpasar Maksimalkan Tes Swab Massal

Lebih lanjut, PHDI Provinsi Bali menginformasikan bahwa dalam puja stawa ini dihaturkan kehadapan Ida Sang Hyang Druwa Rsi Akasa ring Giri Tohlangkir, Ida Bhatara Pangulun Danu, Ida Sang Hyang Ratnangkara (Siwa Baruna Sapta Samudra), dan Ida Bhatara Pangulun Setra.

Keputusan Paruman Pandita PHDI Provinsi Bali yang ketiga berbunyi, bahwa mohon Pengurus Harian dan Paruman Walaka PHDI Provinsi Bali serta kabupaten/kota se-Bali menyosialisasikan keputusan ini kepada ida pandita atu sulinggih di seluruh Bali.

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan di Denpasar pada 30 April 2020 atas nama Paruman Pandita PHDI Provinsi Bali Dharma Upapati, Ida Pedanda Gde Wayahan Wanasari dan anggota, Ida Pandita Mpu Jaya Wijayananda; Ida Agung Bhagawan Rsi Agung Damar Jaya P.M.; Sri Empu Dharma Sunu; Ida Bhujangga Rsi Hari Dantam; Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening, dan Ida Agung Bhagawan Hyang Anulup P.M. 022

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.