Sugawa Korry ‘Panaskan’ Duta Amerta, Optimis Raih Suara di Atas 50 Persen

  • Whatsapp
SUGAWA Korry dengan paslon Amerta berfoto bersama dengan Duta Amerta. Foto: ist
SUGAWA Korry dengan paslon Amerta berfoto bersama dengan Duta Amerta. Foto: ist

DENPASAR – Ketua DPD I Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, meminta agar para saksi agar menjadi duta Amerta dalam Pilkada Denpasar 2020. Pasalnya, program yang diusung Paslon Amerta sangat bagus dan berpihak kepada masyarakat, sehingga sayang jika dilewatkan begitu saja.

Hal tersebut dikatakannya seusai membuka Training of Trainenr (ToT) Badan Saksi Nasional Partai Golkar Denpasar, di Rumah Pembaharuan Amerta, Jalan Tulip, Denpasar, Minggu (22/11/2020). “Bagi kami, peluang Amerta sangat besar di Kota Denpasar ini. Karena masyarakat sudah terlihat sangat antusias walaupun tanpa hura-hura. Sebab kultural masyarakat Denpasar ini tidak ingin hura-hura. Tapi saatnya dia mendapatkan pilihan, dan pilihan itu saya yakini adalah pada Amerta,” ungkap Sugawa Korry.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dari hasil survei yang dilakukan di internal Golkar sendiri, elektabilitas paslon Amerta ini sangat baik. “Masih banyak yang belum menentukan sikap. Ini artinya memberikan peluang kepada Amerta,” tandasnya.

Sedangkan terkait target kemenangan Amerta sendiri, Sugawa Korry tak ingin muluk-muluk. “Pokoknya di atas 50 persen. Jadi, cukup memenuhi syarat bahwa Amerta menang dan menang di atas potensi gugatan di MK,” tegasnya.

Sebelum memberikan pembekalan kepada para koordinator relawan yang terdiri dari delapan orang koordinator kecamatan, dan 43 koordinator desa se-Kota Denpasar, Sugawa Korry juga ‘memanaskan’ semangat para relawan dengan memekikkan yel-yel Partai Golkar dan kemenangan paslon Amerta.

Baca juga :  Trend Kasus Positif Covid-19 Mengkhawatirkan, Gubernur Koster Minta Masyarakat Tertib

“Di Kota Denpasar ini, dari hasil survei, lebih dari 60 persen belum menentukan pilihan. Artinya apa? Partai lawan belum solid mendukung calonnya. Jadi mereka ragu dan itulah kesempatan dari Amerta,” ujarnya seraya disambut tepuk tangan para relawan.

Sugawa Korry mengatakan, hal tersebut disebabkan karena masyarakat sedang mengamati program mana yang lebih baik dan konsisten yang diusung para kandidat. Masyarakat, lanjut dia, juga sangat jenuh melihat Kota Denpasar yang belum ada perubahan yang signifikan. Kata dia, infrastruktur banyak yang belum mendapatkan sentuhan perbaikan. “Ini tanggung jawab Amerta untuk memperbaikinya. Tidak perlu lama-lama, tiga tahun sudah beres semua itu,” jelasnya.

Dirinya juga meminta para relawan ini tidak hanya menjadi saksi dalam pencoblosan 9 Desember mendatang. Akan tetapi, juga menjadi duta untuk menyebarkan berbagai program yang diusung paslon Amerta, yakni mewujudkan Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya, dan Berdaya Saing.

“Program ini belum pernah ada, dan bahkan belum pernah dipikirkan di Kota Denpasar, padahal sudah berkuasa selama dua puluh tahun. Untuk itu, para koordinator saya minta agar membumikan program Amerta di seluruh pelosok Denpasar ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Paslon Amerta, Wayan Mariana Wandhira, mengatakan bahwa tugas saksi yang sekaligus menjadi relawan ini tidak hanya dalam menjaga suara di TPS saja. Akan tetapi juga menyampaikan kepada saudara, sahabat, dan juga kepada masyarakat bahwa Pilawali ini Amerta adalah pilihan tepat karena berbagai program pro rakyat yang diusung. 

Baca juga :  Kapolres-Dandim Tabanan Cek Kesiapan Logistik Pilkada

“Kita ingin Amerta menang. Karena selama dua puluh tahun, ide dan aspirasi kita tidak bisa diwujudkan. Namun jika menang, maka semua itu bisa diaplikasikan. Untuk itu, sebagai relawan yang membawa pesan kepada masyarakat, sampaikan bahwa program Amerta adalah pro rakyat, sehingga jangan sampai kehilangan kesempatan,” tegasnya, seraya menambahkan, program yang diusung paslon nomor urut 2 ini sangat riil, sederhana dan mudah untuk direalisasikan.

Dalam kesempatan itu, Calon Wali Kota Denpasar, Ngurah Ambara, membeberkan program pro rakyat yang akan ia jalankan bersama calon Wakil Wali Kota Bagus Kertha Negara. Di antaranya, program bantuan untuk kelahiran Rp1 juta, santunan kematian Rp10 juta, Sekaa Teruna-Teruni Rp25 juta, PKK Rp5 juta, Prajuru Rp30 juta, subsidi untuk sekolah swasta, dan pengratisan BPJS kepada masyarakat yang bekerja di sektor nonformal.

“Program-program ini kami akan realisasikan dengan cara mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan sistem penerimaan secara digitalisasi terintegrasi, sehingga mampu mencegah terjadinya kebocoran. Saya telah melakukan hitung-hitungan. Satu persen saja meningkat dari PAD dan juga dana perimbangan, maka program ini akan terlaksana. Karena hanya butuh anggaran kurang dari Rp60 miliar per tahun. Dan jika program ini tidak terlaksana, maka dua tahun setelah saya terpilih menjadi Wali Kota saya siap mundur,” pungkasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.