Stok VAR Menipis, Kasus Anjing Positif Rabies di Karangasem Bertambah

KASUS anjing positif rabies di Karangasem menempati urutan pertama dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Foto: ilustrasi
KASUS anjing positif rabies di Karangasem menempati urutan pertama dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Foto: ilustrasi

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Kasus anjing positif rabies di Karangasem menempati urutan pertama dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Total ada 59 kasus anjing positif rabies di Karangasem. Namun, jika dibandingkan dengan daerah lain di Bali, jumlah kasus gigitan anjing liar di Karangasem relatif cukup rendah. 

Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki, Jumat (23/6) kemarin mengakui jumlah kasus anjing positif rabies di Karangasem tertinggi di Bali. Karena itu pula instansinya sangat serius dalam menangani kasus rabies dan kasus gigitan anjing. 

Read More

Dalam setiap kasus gigitan anjing liar yang dicurigai gejala rabies, jajarannya langsung mengambil sampel dan membawanya ke Lab. Veteriner untuk diperiksa. Sampel yang dibawa ke Lab. Veteriner cukup banyak, sehingga bisa saja jumlah anjing yang dinyatakan positif rabies juga banyak. 

Jika tidak serius dalam penanganan rabies, dia mendaku bisa saja tidak mengirim sampel otak anjing yang menggigit warga tersebut ke Lab Veteriner. Jadi, tidak ada kasus anjing yang dinyatakan positif rabies. Tetapi itu sangat berbahaya dan berpengaruh pada upaya penanganan kasus rabies. 

“Semakin banyak sampel dikirim ke Lab. Veteriner akan makin memudahkan dalam penanganan kasus rabies di Karangasem,” jelasnya. 

Belajar dari KLB Rabies di Karangasem pada tahun 2009 dan 2010 silam, saat itu jumlah kasus gigitan anjing liar mencapai 1.571 kasus, dengan jumlah warga yang meninggal akibat rabies sebanyak lima orang tahun 2009. Kemudian ada 1.246 kasus gigitan anjing tahun 2010, dengan jumlah warga yang meninggal sebanyak empat orang. Pemkab Karangasem tidak mau hal tersebut terulang, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi agar KLB Rabies tidak terjadi. Vaksinasi rabies juga lebih terarah, karena langsung di daerah populasi anjing yang ditemukan kasus positif rabies.

Terkait ketersediaan Vaksin Anti-Rabies (VAR), dia menyebut dari total 20.000 dosis yang dimiliki, sisanya hanya 1.000 dosis. Karena itu untuk sementara hanya melayani vaksinasi di puskeswan saja. Dalam sehari dia berkata ada ratusan warga membawa aning mereka untuk divaksin di masing-masing puskeswan. 

Setelah kasus rabies melonjak, sambungnya, situasi berubah. Jika petugas vaksinator sebelumnya banyak ditolak masyarakat saat hendak vaksinasi anjing liar dan peliharaan, sekarang justru warga yang ramai-ramai datang ke UPT Puskeswan untuk memvaksin anjing mereka. Sejauh ini instansinya memvaksin 34.000 anjing di seluruh kecamatan di Karangasem, dari total 77.000 populasi anjing liar.

Ngurah berharap Pemprov Bali bisa segera mendrop VAR ke Karangasem, untuk mengantisipasi meningkatnya kasus gigitan anjing dan menghindari adanya korban gigitan yang terpapar rabies. Berdasarkan data yang dirangkum Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem, sampai bulan Juni 2023 jumlah kasus gigitan anjing mengalami peningkatan. Dari 300 kasus gigitan sampai bulan Maret, meningkat menjadi 576 kasus gigitan anjing sampai Juni ini. 59 ekor anjing juga dinyatakan positif rabies. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.