Stok Daging Babi Diharap Siap Jelang Galungan

  • Whatsapp
Foto: BABI PETERNAK babi diharap dapat melakukan penyiapan persediaan ulang atau restoking jelang hari raya Galungan dan Kuningan, pekan depan. Foto: nad
Foto: BABI PETERNAK babi diharap dapat melakukan penyiapan persediaan ulang atau restoking jelang hari raya Galungan dan Kuningan, pekan depan. Foto: nad

KARANGASEM – Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan pekan depan, kebutuhan daging babi galibnya meningkat. Menyikapi permintaan pasar yang diprediksi melonjak, para peternak babi diharap dapat melakukan penyiapan persediaan ulang atau restoking. Hal itu dilontarkan Kabid Peternakan Dinas Pertanian Karangasem, Made Ari Susanta, Kamis (10/9).

Meski dalam situasi pandemi Corona, dia memperkirakan kebutuhan daging babi jelang Galungan dan Kuningan akan tinggi. Yang menggembirakan, saat ini kasus babi mati akibat virus ASF sudah menurun. Karena itu dia berharap peternak tetap optimis. ‘’Restoking diharap mampu meningkatkan jumlah populasi babi. Apalagi kebutuhan daging babi selalu tinggi untuk kuliner atau upacara,’’ jelasnya.

Dengan restocking, ujarnya, jumlah babi siap potong diharap dapat memenuhi kebutuhan pasar. Populasi babi di peternak Karangasem saat ini diperkirakan mencapai 20.719 ekor. Sebenarnya angka tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan daging babi di masyarakat. Namun, ketika virus ASF mulai dapat dikendalikan, momentum ini sebenarnya cukup baik untuk para peternak bangkit lagi setelah sempat berhenti akibat virus.

Baca juga :  Warga Sukawati Padati Pasar Gotong Royong

Angka kematian babi saat ini, imbuhnya, terjadi penurunan dalam jumlah cukup signifikan dari bulan sebelumnya. Berdasarkan laporan dan pengamatan petugas tiap kecamatan, Ari menuturkan ada 321 kasus kematian babi sepanjang Februari hingga Agustus. Penurunan angka kasus karena peternak mulai sadar melakukan upaya pencegahan.

Meski demikian, dia tetap mengimbau peternak tidak abai. Menerapkan prosedur biosekuriti dan pengendalian lalu lintas orang dan ternak wajib dijalankan demi mencegah penyakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, daging babi di Karangasem sejak menurunnya kasus babi mati akibat ASF mulai normal lagi. Yang dulunya harga daging babi belum dipotong Rp10.000/kg, sekarang normal lagi menjadi Rp34.000/kg.

Menurut salah seorang penjagal babi, Ni Wayan Putu, harga daging babi di pasar yang sudah bersih mencapai Rp65.000 sampai Rp70.000. Dia bilang membeli ke peternak dengan harga sedikit lebih rendah.

Baca juga :  Antisipasi Arus Balik, Sejumlah Bendesa Dukung Perketat PKM

‘’Mengingat situasi seperti saat ini, pastinya menjelang Galungan permintaan daging babi akan melonjak. “Ya, lumayan untungnya karena saya patok harga per kilo tidak begitu mahal,’’ cetusnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.