Stimulus Koperasi, Langkah Tepat Menko Perekonomian, Demer Sebut Percepat PEN

  • Whatsapp
Sumarjaya Linggih. Foto: hen
Sumarjaya Linggih. Foto: hen

DENPASAR – Koperasi yang bergerak secara produktif dan kreatif pada masa pandemi sangat bermanfaat untuk perbaikan ekonomi, karena memiliki peran aktif menaikkan taraf hidup masyarakat. Oleh sebab itu, bantuan untuk koperasi dan UMKM senilai total Rp52,43 triliun hingga akhir Juli 2021 dari Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dinilai sebagai kebijakan tepat. Pandangan itu diutarakan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, I Gde Sumarjaya Linggih, Rabu (4/8/2021).

“Kami menyambut baik upaya pemerintah dalam menangani dampak pandemi Covid-19, baik dari aspek ekonomi maupun kesehatan. Kebijakan (bantuan untuk koperasi dan UMKM) itu sudah tepat, kami mendukung itu,” sebut Demer, sapaan politisi Partai Golkar tersebut.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh diungkapkan, bantuan stimulus tersebut diyakini sangat bermanfaat, karena sesuai dengan tekad pemerintah agar koperasi pada masa pandemi bisa bergerak secara produktif dan kreatif. Signifikansi menyasar koperasi dan UMKM, jelasnya, mengingat koperasi memiliki peran aktif dalam menaikkan taraf hidup masyarakat. Prinsip kerja koperasi, ucap Demer, dijalankan atas asas kekeluargaan, dan merupakan salah satu cara menstabilkan ekonomi suatu negara.

“Koperasi itu tidak mencari untung besar, justru koperasi memberi keuntungan bagi banyak anggotanya yang merupakan golongan menengah ke bawah,” urainya.

Baca juga :  Sampah Kiriman Muncul di Pantai Barat-Timur Badung

Membantu koperasi, sambungnya, bukan saja membantu ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat pandemi. Membantu koperasi, tegasnya, merupakan upaya mendorong banyak anggota masyarakat untuk bangkit bersama-sama. Rasa kebersamaan dan senasib sepenanggungan ini yang sangat penting. Dengan demikian, mereka merasa punya semangat dan harapan bersama untuk bangkit.

“Pondasi dasar bangsa kita itu kan gotong royong, berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. Prinsip gotong royong ini merupakan hal mendasar dari koperasi,” bebernya.

Dalam konteks pemulihan ekonomi nasional (PEN), Demer berujar bantuan untuk koperasi ini sangat seturut dengan target itu. Sebelumnya, pemerintah memberi stimulus juga kepada koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Pada 2020 periode pertama, pemerintah mengucurkan Rp1 triliun untuk 63 koperasi; dan pada periode kedua senilai Rp292 miliar untuk 37 koperasi. Selain itu, pemerintah juga telah menyusun konsep digitalisasi koperasi guna mendorong kemudahan peningkatan kualitas koperasi.

Menegaskan potensi besar yang dimiliki koperasi, Demer mengutip data Kemenkop dan UKM per Desember 2020. Jumlah koperasi aktif di Indonesia sebanyak 127.124 unit, dengan volume usaha senilai Rp174 triliun dan jumlah anggota sekitar 25 juta orang. Jadi, urainya, bisa bayangkan dengan membantu koperasi berarti membantu banyak orang dengan akumulasi modal yang juga sangat besar.

Di sisi lain, Demer tetap mengingatkan pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah agar tidak lupa melakukan modernisasi koperasi. Maksudnya, agar koperasi memiliki tata kelola yang baik sesuai dengan prinsip good cooperative governance (GCG). Bantuan dana memang penting, tapi pemerintah juga harus terus mendorong koperasi agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus adaptif terhadap perubahan. Kondisi itu sebuah keniscayaan sesuai ciri bisnis pada masa pandemi yang juga mengalami perubahan.

Baca juga :  Atasi Sampah Kiriman Harus Koordinasi Berjenjang, Pantai Kuta Paling Terdampak

Dia juga menagih janji Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menarget pertumbuhan 500 unit koperasi modern, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.