Sssstttt…!!! Sekolah Negeri Tambah Rombel

DENPASAR – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2020/2021 telah usai. Begitu juga dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dalam jaringan (daring) selama tiga hari telah berakhir.

Namun, kasak-kusuk perpindahan siswa baru dari sekolah swasta ke negeri sayup-sayup terdengar jelas di sejumlah sekolah swasta. Mereka pun tak bisa berbuat banyak, pasrah menerima kenyataan bahwa sekolah negeri tambah rombel.

Bacaan Lainnya

Kepala SMA PGRI 2 Denpasar, Komang Arta Saputra tak mengelak siswa baru yang diterima di sekolahnya ini hanya berjumlah 180 siswa. Jauh menurun dari tahun pelajaran sebelumnya.

“Yang mendaftar secara online itu 352. Akan tetapi yang yang mendaftar kembali hanya 180 anak, sisanya menghilang entah kemana. Target kami sih sebanarnya 10 kelas atau 360 siswa,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (16/7/2020).

Dengan hanya jumlah siswa itu, pihaknya pun terpaksa mengubah anggaran yang telah dibuat, sehingga mampu menyiasati sistem pembelajaran dan menekan biaya yang akan dikeluarkan.

“Sekolah kami yang berdiri sejak tahun 1982 tetap jalan karena ada juga sekolah swasta yang menerima siswa jauh dari kami. Hanya enam siswa dan mereka tetap jalan,” tutur Saputra yang juga Ketua Umum PGRI Bali ini.

Dirinya pun berencana akan segera beraudiensi (menghadap) Gubernur Bali memohon kebijakan agar dibuatkan skema, memberdayakan sekolah swasta yang ada dalam menerima siswa baru.

“Salah satunya yang kami usulkan nanti agar pemerintah memberikan bantuan kepada sekolah swasta, baik itu dalam bentuk BOSDa ataupun beasiswa bagi peserta didik yang melanjutkan di sekolah swasta,” tandasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses