POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP negeri tahun ajaran 2025/2026 di Kota Denpasar sudah final. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar pada Kamis (17/7/2025) pukul 06.00 WITA telah mengumumkan hasil resmi jalur domisili yang merupakan jalur terakhir pada seleksi SPMB SMP negeri Denpasar 2025 lewat online di laman https://denpasar.spmb.id/.
Selanjutnya, calon murid yang dinyatakan lolos pada SPMB wajib melakukan proses daftar ulang secara online di laman https://denpasar.spmb.id/ pada Kamis hingga Sabtu, 17-19 Juli 2025. Jika tidak melakukan daftar ulang pada waktu yang ditentukan, calon murid dinyatakan gugur.
Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, Kamis (17/7/2025) mengungkapkan, secara umum pelaksanaan SPMB SMPN Denpasar 2025 berjalan lancar dan kondusif, serta telah terpenuhi daya tampungnya. Dari 4.143 kuota jalur domisili termasuk yang dialihkan dari sisa jalur prestasi, afirmasi dan mutasi, sebanyak 4.050 murid diterima. Dan kini masih menyisakan sebanyak 93 kuota pada jalur domisili.
Sisa kuota tersebut terdiri atas 3 kuota di SMPN 12 Denpasar, SMPN 15 Denpasar 64, dan SMPN 17 sebanyak 26. Adanya murid kuota tersebut dikarenakan kebanyakan pendaftar bertarung di sekolah yang padat penduduk. Sehingga ada sekolah yang pendaftarnya tidak memenuhi kuota yang telah tersedia.
‘’Proses perankingan jalur domisili sudah sesuai juknis dan berjalan fair tanpa ada intervensi. Juknis SPMB kami pakai pedoman dan sebagai tongkat komando mewujudkan SPMB yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminatif,’’ tegas Agung Wiratama.
Terkait sisa kuota tersebut, Agung Wiratama, mengaku akan melaporkan hal itu ke pusat terkait tindak lanjut yang akan dilakukan. ‘’Kami akan laporkan ke pimpinan dulu besok. Kemudian baru ke BPMP terkait bagaimana sisa kuota tersebut,’’ paparnya.
Dan seandainya diperbolehkan untuk mengisi 93 kuota tersebut, pihaknya akan mengutamakan murid yang perlu difasilitasi seperti KK miskin, anak yatim maupun disabilitas yang belum mendaftar di jalur afirmasi. ‘’Nanti kami akan mengikuti bagaimana kebijakan pusat,’’ imbuhnya.
Sementara itu, untuk murid yang tak diterima di SMP negeri, pihaknya mempersilahkan untuk ke swasta. Jangan berkecil hati dan masih ada alternatif yakni di sekolah swasta. Ditegaskannya, kualitas pendidikan di sekolah negeri dan sekolah swasta di Denpasar betul-betul sama. Pihaknya telah meminta kepada semua sekolah swasta agar tidak melakukan penutupan pendaftaran. tra























Pertumbuhan manusia terus meningkat tapi pembangunan sekolah negeri tidak mengimbanginya… Intinya kebaikan pemerintah semua percuma alias sia sia atau omon omon
Terima kasih atas komentarnya. Saat ini di Denpasar sudah ada 17 SMP negeri. Terbaru adalah SMPN 17 Denpasar di Jalan Nagasari, Penatih Dangin Puri, Denpasar Timur. Kehadiran SMPN 17 Denpasar setidaknya bisa mengatasi terkedala calon murid di wilayah Penatih, Penatih Dangin Puri, serta Kesiman Kertalangu yang selama ini terkendala mendapatkan akses pendidikan di sekolah negeri. Terima kasih