POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Program Gerakan Masyarakat Pengawas Partisipatif (Gempar) di lingkungan sekolah tidak hanya mendorong siswa menjadi pemilih, tetapi juga turut ikut mengawasi proses demokrasi. Pesan itu diutarakan Ketua Bawaslu Badung, I Wayan Semara Cipta, usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama SMK TI Bali Global Badung dalam program Gempar, Kamis (24/9/2026). Kerja sama ini menjadi upaya memperkuat pendidikan demokrasi, dan pengawasan partisipatif bagi pelajar sebagai pemilih pemula.
“Di Bawaslu, meskipun saat ini masih masa non-tahapan, kami sudah mulai melakukan kerja sama dengan beberapa sekolah melalui program sosialisasi Gempar. Harapannya, mereka bukan hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi pengawas di pemilu berikutnya,” ujar Kayun, sapaan karibnya.
“Kita juga mendorong agar pengawasan partisipatif dapat diterapkan dalam pemilihan Ketua OSIS, melalui penyusunan SOP atau buku panduan, yang nantinya dapat menjadi bahan evaluasi,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala SMK TI Bali Global Badung, I Made Indra Aribawa, mengapresiasi kerja sama tersebut. “Kami berterima kasih karena sudah memberi pemahaman dan sosialisasi, yang nantinya dapat berkelanjutan melalui PKS ini,” ungkapnya.
Terkait pemilihan Ketua OSIS, dia menyatakan sekolah sudah melaksanakan pemilihan melalui beberapa tahapan, seperti penyampaian visi-misi dan latihan dasar kepemimpinan (latdas), serta pemungutan suara menggunakan aplikasi digital. Namun, sekolah masih perlu memperkuat regulasi pelaksanaannya melalui SK.
“Kami sangat menyambut baik program yang sudah disampaikan, dan berharap nantinya bisa saling membantu serta dapat terealisasikannya program Gempar,” pungkasnya.
Penandatanganan PKS ini menjadi bentuk komitmen bersama Bawaslu Kabupaten Badung dan SMK TI Bali Global Badung dalam memperluas pendidikan demokrasi, dan pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah. hen























