Soroti Pembangunan Bendungan Bringin Sila, DPRD NTB Tuntut Harga Pembebasan Tanah Harus Manusiawi

ANGGOTA DPRD NTB Lalu Budi Suryata. Foto: ist

MATARAM – Langkah DPRD Sumbawa yang merekomendasikan pembentukan tim appraisal ulang guna menuntaskan polemik lahan tiga desa, yang masuk menjadi akses jalan untuk pembangunan Bendungan Bringin Sila di Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, dinilai tepat.

Anggota DPRD NTB Dapil Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Lalu Budi Suryata, menilai adanya tim appraisal ulang akan mampu menjembatani kisruh lahan. Sebab, tidak tuntasnya ganti rugi lahan, karena harga yang ditawarkan pemerintah sangat jauh dari nilai yang layak di areal tersebut.

Read More

“Tim appraisal ulang akan bisa memberi kepastian terhadap harga tanah dan keadilan bagi masyarakat. Jadi bukan ganti yang malah merugikan, tapi harus menguntungkan masyarakat,” ujarnya, Kamis (29/9/2022).

Sekretaris DPD PDIP NTB itu memaparkan, proses pengkajian tanah yang diajukan tim sebelumnya terlihat sangat tidak transparan. Hal ini yang menjadi pemicu warga tiga desa di Kecamatan Utan, yakni Desa Motong, Desa Setuik Berang, dan Desa Tengah, menolak lahan mereka dijual. Terlebih harga pembebasan yang sudah diputuskan sebelumnya antara sekitar Rp 1,8 juta hingga Rp 2 juta tersebut.

Dia mendaku turun dan mengecek ke lokasi. Kata dia, lahan di sana merupakan lahan produktif yang kesehariannya digunakan untuk perkebunan dan peternakan oleh warga. Harga yang ditawarkan masyarakat sekitar Rp10 juta per are, dipandang layak untuk diapresiasi oleh tim appraisal yang baru.

Dari dialog yang dilakukan perwakilan warga, sambungnya, ratusan kepala keluarga di wilayah setempat siap mendukung pembangunan Bendungan Beringin Sila Sumbawa, yang akan diresmikan Presiden Jokowi. Syaratnya, harga yang ditawarkan layak dan memadai, sekira Rp Rp10 juta per are.

Karena itu, Lalu Budi minta agar pemda, baik itu Pemprov NTB dan Pemkab Sumbawa, dapat segera melakukan langkah-langkah taktis strategis menyelesaikan persoalan tersebut. Dia menegaskan, diperlukan kerendahan hati semua pihak untuk mau duduk bersama menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya prihatin dengan kondisi ini, karena keberadaan bendungan ini sudah diharapkan sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Dan Bendungan Beringin Sila adalah sumber kehidupan bagi masyarakat tani di wilayah Kecamatan Utan dan sekitarnya,” pungkasnya. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.