Songsong New Normal, Ini Persiapan Dinas Pariwisata Karangasem

  • Whatsapp
KEPALA Dinas Pariwisata Karangasem, I Ketut Sedana Merta. foto: ist

KARANGASEM – Menyongsong new normal, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Karangasem, I Ketut Sedana Merta akan mengadakan diskusi dengan mengundang para pengelola DTW, PHRI, BPPD dan pihak terkait lainnya, Selasa (9/6/2020) ini di ruang rapat kantor Dinas Pariwisata Karangasem.

Persiapan ini menurut Sedana Merta sangat penting mengingat banyaknya jumlah destinasi wisata Karangasem, yakni total ada 77 tempat wisata. “Besok kita akan bahas bersama-sama terkait Standarisasi Oprasional Prosedur (SOP) kesehatan di bidang Pariwisata dalam rangka New Normal Life, kita akan membahas apakah pengelola DTW kita di Karangasem sudah mempersiapkan diri dan fasilitas sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19,” ujar Sedana Merta, Senin (8/6/2020).

Ia juga menjelaskan, nantinya Pengelola DTW harus menyediakan tempat isolasi yang fungsinya untuk mempersiapkan jika ada tamu yang memiliki suhu 37,5 derajat. Pengelola juga diimbau menyediakan fasilitas lain untuk mencegah penyebaran virus Corona, seperti harus menyediakan wastafel di pintu masuk, hand sanitizer yang diletakan pada loket, kasir dan lobi.

Baca juga :  Amerika Tandatangani Kontrak Dengan Pfizer Untuk 100 Juta dosis Vaksin Covid-19

Tidak kalah pentingnya, pan pegawai maupun pengunjung DTW juga wajib memakai masker, serta wajib menjadwalkan penyemprotan disinfektan secara rutin. “Dan terpenting karyawan nantinya kita imbau agar memakai face shield, serta melalukan penyemprotan disinfektan terhadap barang yang di bawa pengunjung,” kata Sedana Merta.

Pihaknya juga menekankan agar pengelola DTW nantinya harus menjaga kedisiplinan. “Pengelola harus berani menegur pengunjung jika tidak mengunakan masker, ya harus berani melarangnya masuk. Jika ada pengunjung tidak memakai masker saat berkunjung, ya pengelola wajib menyediakan masker,” tegas Sedana Merta

Terkait kapan akan dibukanya sektor pariwisata di Karangasem, Sedana Merta mengatakan pihaknya masih menunggu surat dari pemerintah baik pusat maupun daerah. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.