DENPASAR – Masyarakat Bali sangat bersyukur memiliki SMP PGRI 2 Denpasar sebagai sekolah lengkap dan berkualitas sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Bali. Kebanggaan itu makin menguat setelah SMP PGRI 2 Denpasar yang lebih akrab disebut Grisda meraih predikat sekolah Adiwiyata Mandiri tingkat nasional.
SMP PGRI 2 Denpasar ditetapkan pemerintah pusat sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri karena prestasi dan kiprahnya dalam cinta dan peduli lingkungan. Penyerahan trofi dan piagam penghargaan dilangsungkan di Gedung Manggala Wanabakti KLHK Jakarta, belum lama ini. Trofi dan piagam penghargaan diterima langsung Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, S.Pd.
Kasek Ayu Sri Wahyuni, Selasa (13/12/2022) mengungkapkan, prestasi ini berkat perjuangan panjang warga sekolah semenjak menjadi sekolah Adiwiyata di Kota Denpasar, kemudian meningkat menjadi sekolah Adiwiyata Provinsi Bali, lanjut sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Akhir tahun 2022, SMP PGRI 2 Denpasar meraih prestasi pemuncak bidang lingkungan yakni sekolah Adiwiyata Mandiri.
‘’Trofi ini saya persembahkan kepada seluruh guru, pegawai, dan siswa SMP PGRI 2 Denpasar yang telah bekerja keras dengan semangat gotong royong untuk meraih predikat sekolah Adiwiyata Mandiri,’’ ujarnya penuh semangat.
Sri Wahyuni mengakui, seleksi Adiwiyata Mandiri sangat ketat, dan persiapannya dilakukan sejak satu tahun terakhir dari tahun 2021 didampingi oleh tim DLHK kota Denpasar. Didahului dengan proses seleksi administrasi dan verifikasi lapangan. ‘’Hasilnya kami dinyatakan lolos Adiwiyata Mandiri,” ungkap Sri Wahyuni.
Selama ini, lanjut Sri Wahyuni, sekolah telah melakukan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 53 Tahun 2019, tentang Sekolah Adiwiyata. Aksi nyatanya dalam pencapaian prestasi dan kiprahnya dalam cinta dan peduli lingkungan di sekolah dengan membuat ecoenzym dan olahan jamu dan bolu dari tanaman obat keluarga yang ada di kebun sekolah.
Setelah mendapatkan Penghargaan Adiwiyata Mandiri, SMP PGRI 2 Denpasar bertekad akan terus berjuang melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah. Termasuk di tengah masyarakat. Sekolah juga akan berkolaborasi dengan masyarakat dan berbagai sektor lainnya untuk meningkatkan budaya cinta lingkungan.
“Harapannya sehingga Kota Denpasar menjadi kota yang berbudaya lingkungan hidup. Kami terus bergerak dan kami ingin meraih prestasi lebih tinggi lagi untuk berproses guna mendapatkan penghargaan Eco ASEAN. Kami bercita-cita menuju ke sana dengan bergerak bersama masyarakat Denpasar dan para stakeholder lainnya,” tandasnya.
Sementara itu, sejak kemarin warga SMP PGRI 2 Denpasar disibukkan dengan festival gelar karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Proyek kedua kali ini mengambil tema “Bangunlah Jiwa dan Raganya” dengan judul proyek “Gesit Jani” yaitu gerakan sehat jasmani dan rohani. Masing-masing kelompok di setiap kelas VII menampilkan berbagai gerak olah jasmani dan kreativitas siswa.
Pada P5 yang pertama, Grisda menggelar festival gelar karya dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” dengan judul proyek “Gilas Plastik” yaitu gerakan peduli sampah plastik dengan menyulap sampah plastik menjadi barang bermanfaat dan bernilai ekonomis. tra






















