SMKN 5 Denpasar Dipercaya Pusat Jadi ‘’Center of Excellence’’, Gelar ‘’Job Matching’’ Pertemukan Tamatan SMK dengan Iduka

  • Whatsapp
KADISDIKPORA Provinsi Bali, KN. Boy Jayawibawa, bersama Kasek Made Buda Astika saat membuka job matching dan pameran hasil karya siswa SMKN 5 Denpasar, Jumat (13/11/2020). Foto: ist
KADISDIKPORA Provinsi Bali, KN. Boy Jayawibawa, bersama Kasek Made Buda Astika saat membuka job matching dan pameran hasil karya siswa SMKN 5 Denpasar, Jumat (13/11/2020). Foto: ist

DENPASAR – Menjadi sesuatu yang membanggakan bagi SMKN 5 Denpasar. Sekolah ini dipercaya pemerintah pusat menjadi SMK Pusat Keunggulan atau Center of Excellence (CoE).

Sekolah ini dipercaya menggandeng perusahaan industri menyelenggarakan kegiatan job matching atau perekrutan tamatan, yakni mempertemukan industri, dunia usaha, dunia kerja (Iduka) kepala siswa lulusan SMK, Jumat (13/11/2020). Kegiatan job matching dibuka Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Dr. KN. Boy Jayawibawa, dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Bacaan Lainnya

Kepala SMKN 5 Denpasar, I Made Buda Astika, S.Pd., M.Pd., mengatakan, kegiatan job matching di SMKN 5 Denpasar diikuti 22 Iduka di antaranya bidang keahlian pariwisata, seni dan industri kreatif, dengan Kompetensi Keahlian Perhotelan, Usaha Perjalanan Wisata (UPW), Tata Boga, Seni Kerawitan, dan Seni Tari.

Sementara pameran diisi dari hasil praktik siswa SMKN 5 Denpasar dari Kompetensi Keahlian Tata Boga, khususnya pastry, bakry, fruit curving. Kompetensi Keahlian UPW memajang desain spanduk, baliho, bender, pamplet dan brosur. Siswa Keahlian Perhotelan menampilkan florist atau rangkaian bunga, dan juga memamerkan hasil praktik laundry.

Pengisi acara tari penyambutan dan tabuh adalah anak-anak Seni Tari dan Seni Kerawitan. Buda Astika bilang, anak-anak Seni Tari dan Seni Kerawitan sudah menjadi partner tetap mengisi acara di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Wayan Koster, di Jayasaba serta kegiatan Putri Koster. Bahkan, Gubernur Bali memberi bantuan satu barong gong dan dua stel pakain tabuh guna mendukung kegiatan seni siswa.

Baca juga :  Waspada, Denpasar Tambah 20 Kasus Positif Covid-19 Akibat Transmisi Lokal

Selain dipercaya pusat sebagai SMK Pusat Keunggulan, tahun ini SMKN 5 Denpasar juga mendapat bantuan pusat berupa program pusat pengembangan karir siswa dengan dana Rp85 juta. Sementara sebagai SMK Pusat Keunggulan satu-satunya di Kota Denpasar, SMKN 5 Denpasar menerima bantuan Rp2,4 miliar.

Berikutnya, SMKN 5 Denpasar juga diberi “hadiah” oleh pusat berupa program pengembangan kewirausahaan di sekolah. Tahun 2018 diberi dana Rp50 juta untuk pengembangan kuliner, tahun 2019 berupa penyusunan buku dengan anggaran Rp30 juta, dan seminggu lalu diberi “hadiah” Rp50 juta dari pusat untuk pengembangan kewirusahaan siswa yang hasilnya akan di pamerkan pada pertengahan Desember mendatang.

Dikatakan, selama pandemi ini untuk mengajarkan seni, siswa tetap belajar dari rumah. Sementara materi diberikan lewat video oleh guru. Sejak kegiatan praktik diizinkan di sekolah, diberlakukan sistem sif dengan jumlah siswa terbatas. ‘’Astungkara selama ini tidak ada hambatan selama siswa melaksanakan pratik di sekolah dan siswa tetap eksis. Bagaimana dalam masa pandemi ini kita bisa hidup berdampingan dengan Corona,’’ cetusnya.    

Sementara Kadisdikpora Boy Jayawibawa mendukung usaha yang dilakukan SMKN 5 Denpasar kepada siswa yang baru lulus untuk mengenal penyesuaian kerja, melalui dunia industri saat ini. Ia mengatakan melalui kegiatan tersebut dan pameran akan mempermudah para siswa lulusan SMK mengenal lebih jelas arah mereka mencari kerja atau menciptakan lapangan pekerjaan.

Baca juga :  Ciptakan Pembelajaran Daring yang Menarik, PGRI Bali Tingkatkan Keterampilan IT Guru

Ia juga menambahkan, kegiatan job matching ini sangat tepat dilaksanakan dalam era kompetensi saat ini. Walau saat situasi pandemi saat ini, Boy bilang tak boleh tenggelam. Satuan pendidikan di SMK harus terus proaktif. Terlebih SMK menyiapkan tenaga yang andal dan profesional, tapi tak bisa jalan sendiri dan harus ada mitra kerja dengan industri.

Dikatakan, job matching juga membuka peluang kepada kepada para siswa dengan tujuan yang didasari untuk pencapain program pendidikan SMK, yakni bekerja, melanjutkan studi, dan berwirausaha. ‘’Ini lah yang namanya SMK menghasilkan lulusan yang siap kerja,’’ cetusnya memungkasi. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.