POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Siswa kelas 9 SMP sederajat menjalani Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 mulai Senin (6/4/2026). Hari pertama pelaksanaan TKA jenjang SMP sederajat di Kota Denpasar berjalan lancar tanpa temuan pelanggaran. Namun, ada keluhan dari para siswa bahwa soal yang diberikan terlalu sulit.
‘’Soalnya sulit dan banyak mengecoh. Termasuk yang keluar banyak menggunakan rumus-rumus. Antara yang diajarkan di sekolah dengan yang keluar saat tes hampir sama, tapi sedikit jelimet. Bukan hanya saya yang merasa sulit, teman-teman juga begitu,’’ kata salah satu siswa dari SMP di Denpasar, Senin (6/4/2026).
Dia mengaku dari 30 butir soal hanya mampu dikerjakan setengah. Ia khawatir nilainya jeblok karena saat TKA banyak soal yang kurang bisa dijawab dengan benar. TKA perdana tahun ini bakal berlangsung dalam empat gelombang. Gelombang pertama berlangsung mulai hari ini dan Selasa (7/4/2026).
Pada TKA hari pertama peserta mengerjakan mata pelajaran matematika dan numerasi, serta survei karakter. Kemudian, di hari kedua besok, peserta mengerjakan soal bahasa Indonesia dan literasi, serta survei lingkungan.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, saat monitoring pelaksanaan TKA di SMPN 3 Denpasar, berharap, siswa bisa tenang menghadapi ujian yang diselenggarakan pemerintah tersebut. Ia juga berpesan agar siswa bisa mengerjakan soal dengan percaya diri, kemampuan terbaik yang dimiliki masing-masing.
TKA berfungsi sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan akademik siswa, khususnya pada aspek literasi dan numerasi serta dilengkapi dengan survei karakter dan lingkungan belajar. Wiratama mengatakan hasil TKA akan melengkapi penilaian prestasi siswa yang selama ini telah mencakup nilai rapor serta capaian nonakademik.
Wiratama mengingatkan pentingnya integritas dalam pelaksanaan TKA melalui jargon “Jujur dan Gembira”. Ia berpesan kepada para siswa untuk mengikuti tes dengan jujur dan penuh semangat serta tidak menjadikan TKA sebagai beban.
‘’Ke depan kita harapkan TKA tak lagi ada pilihan. Kita berharap TKA wajib diikuti oleh siswa sehingga menambah greget siswa untuk lebih giat belajar,’’ ujarnya.
Di SMPN 3 Denpasar pelaksanaan TKA diikuti 407 siswa kelas 9 yang terbagi pada tiga gelombang. Tiap gelombang terbagi menjadi tiga sesi. Hadir pula saat monitoring di TKA di SMPN 3 Denpasar, yakni Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Ni Made Ayu Agustini; Korwas Disdikpora Kota Denpasar, Tatik Dwi Wahyuni, serta Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar, Anak Agung Gede Risnawan, dan I Ketut Suarya.
Selain di SMPN 3 Denpasar, rombongan Disdikpora Kota Denpasar juga monitoring TKA di SMPN 2 dan SMP PGRI 5 Denpasar. Di SMPN 2 Denpasar, TKA diikuti 439 siswa kelas 9 yang dilaksanakan satu gelombang yang terbagi dalam empat sesi. Sementara di SMP PGRI 5 Denpasar diikuti 162 siswa kelas 9 yang juga dilaksanakan satu gelombang dalam tiga sesi. tra






















