“Sipeng” 15 Jam di Desa Adat Se-Kecamatan Penebel, Seperti Ini Penampakannya

  • Whatsapp
DESA adat di Kecamatan Penebel, Tabanan melakukan sipeng sehari, Rabu (22/4/2020), terkait ada upacara mengening peneduh jagat di Pura Besakih, Karangasem. Foto: ist
DESA adat di Kecamatan Penebel, Tabanan melakukan sipeng sehari, Rabu (22/4/2020), terkait ada upacara mengening peneduh jagat di Pura Besakih, Karangasem. Foto: ist

TABANAN – Seluruh desa adat se-Kecamatan Penebel melakukan sipeng sehari pada Rabu (22/4/2020). Kesepakatan untuk melaksanakan situasi seperti Nyepi itu karena terkait ada upacara mengening peneduh jagat
di Pura Agung Besakih, Karangasem. Sipeng berlaku di 72 desa adat di 18 desa dinas se-Kecamatan Penebel.

Salah satu pecalang Desa Adat Pohgending, Penebel, Ketut Murjana, S.Sos., mengatakan, pelaksanaan nyipeng berlangsung sekitar 15 jam yakni dimulai dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 22.00 Wita. “Seluruh desa adat se-Kecamatan Penebel sepakat melaksanakan sipeng tersebut karena terkait pelaksanaan upacara mengening di Pura Besakih,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dalam kurun waktu 15 jam tersebut, lanjut dia, masyarakat adat tidak keluar rumah. “Jadi, selama waktu nyipeng yang telah ditentukan itu warga diimbau untuk tidak keluar rumah ataupun melakukan aktivitas seperti hari-hari biasanya. Namun, hal itu terkecuali jika ada yang emergency (darurat),” ujar Murjana.

Mengenai pelaksanaan sipeng sehari tersebut, pun dibenarkan Kapolsek Penebel, AKP Bambang I Gede Artha. Dia menyebut hal itu adalah kesepakatan semua desa adat yang ada di Kecamatan Penebel, karena terkait ada upacara peneduh jagat di Besakih. “Memang tidak ada pemberitahuan secara resmi kepada kami ataupun muspika di Kecamatan Penebel, terkait pelaksanaan nyipeng tersebut. Itu merupakan kesepakatan antardesa adat,” ujar Bambang.

Baca juga :  Kapolri Listyo Sigit Prabowo Pimpin PB ISSI 2021-2025

Sementara itu, informasi dari beberapa sumber posmerdeka.com di beberapa desa adat di Kecamatan Penebel, menyebut pada hari itu suasana yang terjadi benar-benar sepi seperti ketika umat Hindu melaksanakan brata penyepian. “Sipeng pada hari ini (kemarin), ya benar-benar sepi seperti saatnyepi. Yang ada, sesekali terlihat ada polisi dan sejumlah pecalang yang bertugas jaga di beberapa tempat termasuk di wilayah perbatasan antardesa adat,” ujarnya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.