Angin Segar! Pemdes Tembok Siapkan 25 Jenis Pekerjaan bagi Warga Terdampak Covid-19

  • Whatsapp
PERBEKEL Desa Tembok, Dewa Komang Yudi Astara. Foto: ist
PERBEKEL Desa Tembok, Dewa Komang Yudi Astara. Foto: ist

BULELENG – Dampak pandemi Covid-19 membuat kehidupan masyarakat menjadi sulit. Banyak karyawan atau pekerja yang kini dirumahkan untuk sementara dan ada juga diberhentikan. Praktis mereka akan kesulitan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari karena tidak ada pemasukan.

Guna membantu warganya yang diberhentikan maupun dirumahkan akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Desa (Pemdes) Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng menyiapkan 25 jenis pekerjaan. Jenis pekerjaan yang ditawarkan di antaranya bidang lingkungan seperti menjadi petugas kebersihan lingkungan dan pantai, monitoring pengelolaan sampah rumah tangga, pembuatan dan monitoring struktur artificial reef dan deployment di zona rehabilitasi terumbu karang.

Bacaan Lainnya

Kemudian di bidang pemeliharaan dan penataan fisik desa seperti penggalian timbunan tanah atau drainase, pembersihan semak, ranting, gundukan tanah dan kerikil pada jalan desa atau kabupaten. Untuk bidang pertanian seperti membersihan lahan tanam, pengolahan lahan tanam, penanaman dan perawatan tanaman pangan, hortikultura, perawatan pohon mangga dan produksi garam laut.

Selanjutnya di bidang konveksi seperti menjahit masker, menjahit laundry bag, menjahit APD Covid-19. Di bidang pengolahan pangan seperti produksi minyak goreng kelapa, produksi pesan telengis, dan membuat olahan pangan lokal. Selain itu, ada pekerjaan di bidang kesehatan, bidang pendataan desa, bidang seni, dan bidang jasa.

Baca juga :  Tersinggung, Lakukan Perusakan di SDN 5 Songan, Empat Pelajar SMP Ditangkap

Perbekel Desa Tembok, Dewa Komang Yudi Astara, mengatakan, penyediaan lapangan kerja ini sebagai upaya untuk membantu ekonomi warganya yang pulang kampung karena dirumahkan atau di-PHK dari tempatnya bekerja. Ia menyebut sebagian besar warga Desa Tembok bekerja di sektor pariwisata di wilayah Denpasar dan sebagian lagi bekerja pada sektor lainnya di luar desa.

Akibat dampak Covid-19, mereka yang sebelumnya merantau, kini pulang kampung dan menganggur. “Daripada menganggur, lebih baik kami siapkan jenis pekerjaan. Setidaknya ini dapat membantu perekonomian mereka selama dirumahkan,” kata Dewa Yudi, Rabu (22/4/2020).

Dari pendataan yang dilakukan, sebanyak 38 warga sudah terdaftar untuk siap bekerja di 25 jenis tawaran pekerjaan yang merupakan program padat karya desa nonfisik. Pendaftaran ini dibuka selama seminggu untuk periode pertama. Program ini juga disiapkan untuk tiga bulan kedepan.

“Setiap warga mendapat kompensasi upah sekitar Rp30 ribu sampai Rp75 ribu per hari. Itu dihitung sesuai dengan waktu kerja, target, dan beban kerjanya. Jadi, program ini bertujuan untuk bisa menjaga kestabilan perekonomian di Desa Tembok,” papar Dewa Yudi. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.