SIDESTI : Kolaborasi BUMDES Perguruan Tinggi Upaya Nyata Membangun Desa

NI Kadek Sinarwati. foto: dok

Oleh Ni Kadek Sinarwati
(Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali)

SIDESTI: Akronim dari Kolaborasi BUMDES dengan Perguruan Tinggi merupakan gagasan menjalinkan hubungan yang selaras antara Badan Usaha Miliki Desa (BUMDES) dengan Perguruan Tinggi, berkarya bersama membangun desa.

Read More

BUMDES merupakan badan usaha milik pemerintah desa yang mendapatkan alokasi dana dari dana desa. Kehadiran BUMDES diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, mengelola potensi desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa.

Kehadiran BUMDES sebagai lembaga wirausaha sosial di desa, bermakna BUMDES dalam menjalankan kegiatan usaha yang bersifat profit oriented dengan tetap memberikan benefit secara ekonomi dan sosial kepada masyarakat desa.

BUMDES dalam menjalankan usahanya tidak boleh menjadi kompetitor terlebih lagi jangan sampai menjadi predator bagi kegiatan usaha masyarakat desa yang sudah ada sebelumnya. Kondisi ini mengharuskan pengelola BUMDES memiliki orientasi kewirausahaan yang tinggi, mampu berpikir kreatif dan inovatif sehingga mampu mengelola potensi desa.

Faktanya, temuan riset menyatakan bahwa pengelola BUMDES belum mampu mengelola potensi desa (Sinarwati dan Prayudi, 2021). Kompetensi sumber daya manusia di BUMDES masih rendah, dan sangat memerlukan uluran tangan dari berbagai pihak, salah satunya dari perguruan tinggi.

SIDESTI: Kolaborasi BUMDES Perguruan Tinggi dipandang layak untuk dilaksanakan, mengingat perguruan tinggi memiliki tiga tugas utamanya yang dikenal dengan nama Tri Darma Perguruan Tinggi. Tiga bagian dari Tri Darma tersebut yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, sehingga implementasi SIDESTI dilakukan melalui tiga bagian tersebut.

Implementasi pertama SIDESTI adalah melalui bagian Pendidikan. Kegiatan perkuliahan sebagai komponen dari Pendidikan pada program SIDESTI yaitu perkuliahan dilakukan di BUMDES. Mahasiswa dibimbing oleh dosen melakukan perkuliahan secara langsung di BUMDES membantu pengelola BUMDES mengelola potensi desa.

Perkuliahan yang dilaksanakan diluar kampus sejalan dengan program MBKM (Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka) dan sekaligus mendorong pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan khususnya IKU yang ke enam. Kelas yang bersifat kolaboratif dan partisipatif merupakan IKU ke enam.

Pelaksanaan perkuliahan di BUMDES mendorong mahasiswa berpikir kritis mencari solusi atas permasalahan belum dikelolanya potensi desa. Mahasiswa dan dosen berkolaborasi dengan pengelola BUMDES dan pemerintah desa memetakan potensi dan kebutuhan Masyarakat desa. Hasil pemetaan ini dijadikan sebagai dasar melakukan pengembangan usaha BUMDES.

Implementasi SIDESTI kedua dilakukan melalui bagian penelitian. BUMDES dan Perguruan Tinggi memetakan potensi dan kebutuhan masyarakat desa, selanjutnya dilakukan penelitian untuk menemukan model yang tepat untuk mengelola potensi desa. Pendanaan penelitian bersumber dari hibah Kemendibudristek melalui program kedaireka atau matching fund atau dari lembaga lainnya.

BUMDES sebagai mitra memberikan pendanaan secara in-kind. Pendanaan in-kind dari BUMDES maknanya selama kegiatan riset berlangsung dilokasi BUMDES, aktivitas BUMDES yang mendukung pelaksanaan penelitian menggunakan dana dari BUMDES.

Implementasi SIDESTI ketiga dilakukan melalui bagian pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dosen dibantu mahasiswa memberikan pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan kepada para pengelola BUMDES.

Terlaksananya SIDESTI: Kolaborasi BUMDES-Perguruan Tinggi, bersama-sama mencari solusi permasalahan ketidakmampuan mengelola potensi desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa, merupakan upaya nyata membangun desa. Pembangunan desa menuju pertumbuhan ekonomi desa yang merata merupakan dukungan terhadap pencapaian SDGs Desa.

Warga desa yang sejahtera salah satu syarat menuju Indonesia kuat. Pernyataan Bapak Muhammad Hatta, “Indonesia Tidak Akan Besar Karena Obor di Jakarta, Tapi Akan Bercahaya Karena Lilin Di Desa” kiranya dapat terwujud dengan SIDESTI. Kolaborasi ini semacam simbiosis mutualisme yang memberikan manfaat baik kepada BUMDES maupun Perguruan Tinggi.

Manfaat yang diterima BUMDES adalah menerima pemikiran dan tenaga secara cuma-cuma dalam mengelola usaha. Perguruan Tinggi mendapat manfaat peningkatan pengalaman belajar bagi mahasiswa dan dosen dan peningkatan Indikator Kinerja Utama bagi Lembaga. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.