Setubuhi Anak Kandungnya, Ayah di Buleleng Ditetapkan Tersangka

TERSANGKA DPB (pakai penutup wajah) yang tega menyetubuhi putri kandungnya ditetapkan tersangka saat dihadirkan di Mapolres Buleleng. Foto: rik

BULELENG – Satreskrim Polres Buleleng menetapkan DPB (45) yang tega menyetubuhi putri kandungnya berinisial D (15) di wilayah Kecamatan Sawan, Buleleng sebagai tersangka. Kini, DPB harus mendekam di balik jeruji besi selama sebagai ganjaran perbuatan bejatnya tersebut.

Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto, mengatakan, DBP ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu (6/4/2022) usai diperiksa oleh pihak penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng.

Bacaan Lainnya

‘’Saat ini penyidik masih merampungkan berkas perkara. Jika sudah lengkap, berkas diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum Kejari Buleleng,’’ kata AKBP Andrian, Jumat (8/4/2022).

Penetapan tersangka ini, selain dari hasil gelar perkara yang dikuatkan dengan hasil visum korban dari RSUD Buleleng, yang menyatakan ada luka robek pada selaput dara korban.

‘’Barang bukti yang kami amankan, selain hasil visum juga ada baju kaos berwana putih, satu celana pendek serta pakaian dalam milik korban saat disetubuhi,’’ jelas AKBP Andrian.

Dari hasil pemeriksaan, korban D disetubuhi oleh ayahnya kandungnya sendiri sebanyak satu kali yakni terjadi pada Sabtu (26/3/2022) sekitar pukul 00.30 wita, di rumah yang di tinggali korban dan tersangka.

Saat itu, korban Deka yang dalam kondisi kurang sehat sedang tidur di kamarnya. Tiba-tiba saja, ayah korban masuk ke kamar dan menelanjangi korban. Korban sempat berontak, namun kedua tangan korban dipegang oleh pelaku. Hingga akhirnya, korban pun disetubuhi.

Baca juga :  Seri Triathlon Pro di Bali 3 April 2020

Korban D kemudian menceritakan kejadian yang menimpanya tersebut kepada salah satu keluarganya. Akhirnya korban bersama ibunya yakni IAKA melaporkan kejadian yang telah menimpanya ke Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng pada Selasa (29/3/2022).

Saat melaporkan kejadian ini ke polisi, mereka didampingi oleh tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Buleleng.

‘’Saat kejadian rumah ditinggali korban dan pelaku dalam keadaan sepi, karena ibunya sedang ada di Kintamani. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi. Jadi selama menjalani pemeriksaan di Unit PPA, korban selalu didamping ibunya,’’ ujar AKBP Andrian.

Sementara itu, tersangka DBP tak menampik aksi bejatnya tersebut dilakukan kepada anak kandungnya sendiri. Namun DPB memilih untuk enggan berbicara banyak terkait dengan alasannya tega telah menyetubuhi putri kandungnya sendiri. ‘’Saya tidak bisa bicara lagi,’’ pungkas tersangka DPB.

Tersangka DPB dijerat dengan Pasal 81 ayat (3) UU RI No. 17 tahun 2016, tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara penjara. Mengingat, tersangka ini merupakan orangtua korban, maka ancaman hukuman pidananya ditambah sepertiga. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.